Latest News

Sejarah, Rute, dan Jam Operasional Wisata Candi Sambisari




Candi Sambisari berada di sebuah desa bernama Desa Sambisari yang terletak di Jalan Candi Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Candi Sambisari merupakan candi unik karena letaknya berada sekitar 6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah. Menjadi satu-satunya candi di Yogyakarta yang terletak di bawah permukaan tanah. Pemandangan menarik ini bisa anda lihat dari dekat, terdapat empat anak tangga yang berada di sisi barat, utara, timuur dan selatan menuju ke arah komplek bangungan candi.

Komplek Candi Sambisari memiliki taman yang cukup luas dengan hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang disekitarnya membuat suasana disini terasa sangat sejuk dan nyaman. Dengan pemandanganya yang cukup menawan tak jarang Candi Sambisari menjadi pilihan lokasi pengambilan foto atau prewedding beberapa pasangan yang akan menikah.

Sejarah Candi Sambisari

Candi Sambisari pertama kali pada tahun 1996, di temukan secara tidak sengaja oleh petani Desa Sambisari yang sedang mencangkul. Ketika ia sedang mencangkul tiba-tiba mata cangkulnya mengenai sebuah bongkahan batu yang memiliki pahatan di permukaanya. Setelah peristiwa penemuan tersebut Dinas Purbakala Yogyakarta melakukan pemugaran candi pada tahun 1986.

Posisi candi ketika pertama kali ditemukan berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Letak candi yang berada di bawah permukaan diperkirakan karena tertimbun lahar Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada tahun 1006. Dugaan tersebut semakin diperkuat dengan ditemukanya material vulkanik yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan candi.

Hingga saat ini belum dipastikan tahun berapa candi ini dibangun namun diperkirakan Candi Sambisari di bangun pada abad ke 9 Masehi. Pada tahun tersebut wilayah Candi Sambisari merupakan miliki kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya. Hal tersebut diperkuat dengan penemuan lempengan emas berbentuk paleografis yang memiliki tulisan dengan aksara atau huruf yang digunakan pada abad ke 9 Masehi. Penemuan Prasasti Wanua Tengah III yang bertuliskan nama-nama dalam dinasti Sanjaya diantaranya adalah nama Rakai Garung yang pernah menjadi pemimpin Kerajaan Mataram Kuno pada awal abad ke 9 Masehi.

Proses rekonstruksi bangunan Candi Sambisari membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun. Mulai dari penggalian, menyusun kepingan ( puzle) batu sampai akhirnya berhasil direkontruksi menjadi seperti sekarang ini. Proses rekonstruksi dimulai pada tahun 1966 dan baru selesai pada tahun 1987.

Bangunan Candi Sambisari

Komplek Candi Sambisari berupa kelompok bangunana candi yang dikelilingi oleh dua lapis pagar batu. Halaman luar candi dengan luas 50x48 meter persegi dikelilingi oleh pagar batu rendah. Sedangkan halaman dalam candi dikelilingi oleh pagar baru setinggi 2 meter dan lebar 50 cm. Komplek Candi Sambisari terdiri dari satu candi utama dan tiga candi perwara ( pengapit) yang mengelilingi candi utama.

Candi utama dengan posisi menghadap ke barat memiliki bangunan yang relatif utuh. Tinggi candi utama sampai ke puncak mencapai 7,5 meter. Bangunan candi utama berdiri diatas pondasi berbentuk bujur sangkar seluas 5 meter persegi. Dinding luar candi dihiasi dengan pahatan halus bermotif bunga dan sulur.

Di sisi barat bangunan candi utama terdapat tangga untuk mencapai selasar candi. Tangga ini dihiasi dengan pahatan sepasang naga dengan posisi mulut kedua naga menganga. Dibawah kepala naga terdapat patung gana atau shiwaduta yaitu makhluk kecil pengiring dewa Siwa. Posisi gana berada tepat di bawah mulut naga dengan posisi kedua tangan diangkat ke atas seolah-olah tengah menyangga kepala naga.

Di puncak anak tangga terdapat gapura paduraksa untuk masuk ke dalam ruangan candi. Gapura paduraksa di hiasi dengan pahatan motif kertas tempel dan kepala naga yang menghadap keluar dengan posisi mulut menganga, pahatan tersebut juga terdapat di bagian dalam ruangan candi. Di bagian atas pintu masuk candi terdapat pahatan kalamakara.

Ruangan di dalam candi utama berukuran 4,8 meter persegi. Di dalam ruangan terdapat patung lingga dan yoni dengan ukuran cukup besar. Lingga dalam kepercayaan Hindu sebagai simbol laki-laki dan Yoni sebagai simbol perempuan. Lingga yang ditemukan di Candi Sambisari terbuat dari batu berwarna putih sedangkan Yoni terbuat dari batu berwarna hitam mengkilap. Dibagian luar ruangan bangunan utama candi terdapat relung yang berisi patung dewa-dewa.

Di relung sebelah selatan terdapat patung Dewi Durga Mahisasura Mardini sebagai istri Dewa Shiwa. Di sebelah timur terdapat patung Ganesha sebagai putra Dewa Shiwa dan Dewi Durga. Di sebelah selatan terdapat patung dewa Agastya dan. Di sebelah barat terdapat patung Dewa Mahakala dan Dewa Nandiswara sebagai penjaga pintu candi.

Museum Mini

Di sebelah bart setelah pintu masuk loket Candi Sambisari terdapat sebauh bangunan menyerupai rumah yang menyimpan banyak informasi tentang Cansi Sambisari. Bangunan ini bisa disebut sebagai museum mini di komplek Candi Sambisari. Di sini anda bisa mengeahui tentang proses pemugaran dan rekontruksi Candi Sambisari melalui gambar- gambar yang lengkap dengan penjelasan tentang gambar yang terdapat dibagian bawah gambar.

Papan Informasi

Selain museum, pengunjung bisa melihat papan informsai terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam komplek candi. Begitu anda melewati pintu masuk loket anda akan melihat papan informasi besar yang terletak di sebelah kanan dari arah anda masuk. Melalui papan informasi ini anda bisa melihat detail kontruksi bangunan candi. Detail bangunan mulai dari denah bangunan sampai nama-nama patung yang terdapat di dalam komplek Candi Sambisari di jelaskan secara rinci di papan informasi ini.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Candi Sambisari bisa dikunjungi mulai pukul 06.00 sampai 17.00 setiap hari. Harga tike masuk ke Candi Sambisari sangat terjangkau anda hanya perlu membayar biaya sebesar Rp 5.000 per orang untk wisatawan domestik dan Rp 10.000 per orang untuk wisatawan manca negara.

Rute Menuju Candi Sambisari

Loksi Candi Sambisari sangat mudah dijangkau untuk wisatawan. Rute meuju Candi Sambisari bisa diakses melalui Jalan Raya Solo- Yogyakarta. Dari arah kota Yogyakarta masuk ke Jalan Raya Solo - Yogyakarta menuju ke arah timur atau arah Solo. Setelah melewati Bandara Internasional Adisucipto kurang lebih 500 meter anda akan menemui pertigaan jalan menuju ke arah utara dengan papan petunjuk Candi Sambisari di kiri jalan. Perjalanan di lanjutkan ke arah utara menuju Candi Sambisari. Anda kemudian hanya perlu mengikuti jalan lurus tersebut dan akan sampai di Candi Sambisari.

Kendaraan pribadi mobil atau motor bisa masuk sampai di depan lokasi Candi Sambisari. Jika anda dtang bersama rombongan menggunakan bus pariwisata, lokasi Candi Sambisari belum memadai untuk membuat parkir bus karena lokasinya berada di dalam sebuah desa. Oleh karena itu biasanya bus akan mengantar anda sampi di depan lokasi Candi lalu kemudian mencari area parkir di jalan besar.

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.