Latest News

Sejarah, Misteri, dan Cerita Horor Tentang Candi Gedong Songo Semarang




Candi Gedong Songo terletak di lereng gunung Ungaran tepatnya di Krajan, Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Candi Gedong Songo merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang populer di kota Semarang. Candi Gedong Songo merupakan candi peninggalan sejarah Hindu yang ditemukan pada tahun 1740 Masehi oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang warga negara Inggris yang pernah menjabat sebagai Letnan- Gubernur Hindia Belanda pada tahun 1811-1816.

Pertama kali ditemukan candi yang ditemukan baru berjumlah tujuh candi, candi tersebut diberi nama sebagai Candi Gedong Pitu . Kemudian sekitar pada tahun 1991 seorang arkeolog menemukan dua bangunan candi. Sejak saat itu candi ini diberi nama Candi Gedong Songo yang berarti Candi sembilan bangunan.Beberapa bangunan komplek candi yang rusak uga dipugar kembali oleh pemerintah Indonesia.

Candi Gedong Songo memiliki pemandangan alam yang indah berupa pemandangan dataran tinggi. Dari kawasan Candi Gedong Songo pengunjung bisa menikmati pemandangan deretan pegunungan hijau yang menyegarkan serta udara yang sejuk. Candi- candi yang  terletak di tempat ini tersebar di beberpa lokasi dengan jarak yang cukup dekat. Candi yang ada disini diberi nama dengan candi satu, candi dua, candi tiga, candi empat, dan candi lima. Pengunjung juga bisa menggunakan jasa sewa kuda untuk menyusuri setiap area candi. Ini bisa menjadi alternatif pengunjung yang ingin berkeliling tanpa harus kelelahan berjalan menanjak.

Selain candi di kawasan wisata Cadi Gedong Songo ini juga terkenal dengan wisata pemandian air panas. Pemandian air panas Candi Gedong Songo terletak di area antara candi tiga dan candi empat. Mata air panas ini mengandung belerang yang dikatahui baik untuk kesehatan. Di area pemandian air panas juga terdapat sebuh goa sebagai sumber dari asap belerang. Menuju ke area pemandian bau asap belerang sudah tercium dari kejauhan namun begitu sampai bau belerang justru tidak terlalu kuat.

Di sebelah kiri area Candi Gedong Songo terdapat sebuah area spot foto menarik yang disebut Ayanaz. Untuk masuk ke area Ayanaz pengunjung di kenai tiket tambahan perorang. Area ini menawarkan berbagai spot menarik yang sangat kekinian. Berpadu dengan pemandangan alam yang indah spot- spot foto ini terlihat lebih menarik, diantaranya adalah balon udara, beberapa spot tempat duduk diatas air, rumah, tenda gelembung, kurungan raksasa, kursi santai, dan beberapa spot lain yang menarik.

Sejarah Gedong Songo

Candi Gedong SOngo pertama kali ditemukan pada tahun 1804 oleh Thomas Stamford Raffles. Candi Gedong Songo merupakan salah satu penginggalan Hindu yang dibagun pada abad ke 9 oleh Wangsa Syailendra pada jaman Kerajaan Mataram Kuno. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukan arca- arca Dewa Hindu seperti Dewa Siwa, Agastya, Ganesha dan beberapa arca Mahesa serta Lingga dan Yoni  yang ditemukan di sekitar komplek candi. Begitu juga dengan bangunan candi memiliki ciri khas candi Hindu dengan atap berundak.

Candi Gedong Songo dibangun sebagai tempat pemujaan masyarakat Hindu pada jaman dahulu. Pada tahun 1928- 1929 dilakukan pemugaran candi satu, kemudian berlanjut ke candi dua pada tahun 1930-1932. Pada tahun 1977-1983 pemerintah Indonesia melakukan pemugaran pada candi tiga, empat dan lima. Pemerintah Indonesia baru melakukan pemugaran total pada tahun 2009 dilakukan oleh SPS atau Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Misteri Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo sebagai wisata bersejarah juga menyimpan cerita misteri di dalamnya. Konon banyak hal- hal gaib yang menyelimuti kawasan wisata Candi Gedong Songo. Kawasan ini dipercaya dihuni oleh berbagai makhluk gaib sebagai penjaga komplek Candi Gedong Songo. Cerita mitos atau misteri lain tentang hal- hal tak kasat mata juga sudah banyak diperbincangkan oleh masyarakat bahkan para wisatawan yang bisa merasakan ataupun melihat hal- hal gaib di dalamnya.

Misteri Candi Kesepuluh
Candi Gedong Songo dalam bahasa jawa yang berarti Candi Gedung Sembilan menjadi simbol bahwa candi tersebut memiliki sembilan candi. Namun dari ke sembilan candi di kawasan ini pengunjung hanya bisa melihat lima candi saja. Hal ini disebabkan oleh bencana alam yang menyebabkan sebagian bangunan candi menjadi rusak. Namun menurut paranormal atau orang pintar kawasan ini memiliki satu candi kesepuluh yang disebut sebagai candi gaib karena tidak terlihat oleh mata orang biasa.

Konon letak candi ke sepuluh berada di bukit paling atas dan tidak ada pengunjung yang bisa sampai kesana karena tempat tersebut dikenal angker. Puncak tersebut berada di atas bukit belerang. Terdapat sebuah bukit terjal diantara bukit belerang yang menurut warga sekitar adalah jalan menuju puncak tersebut. Namun menurut orang pintar konon ada sebuah jalan setapak berundak sebagai jalan menuju gapura pintu masuk Candi Gaib tersebut.

Konon candi ini memiliki bentuk seperti candi pertama, di bagian depan atau pelataran terdapat sebuah gapura sebagai akses untuk masuk. Seluruh bagian candi gaib konon dijaga oleh para jin raksasa yang konon seperti Butho Cakil dalam tokoh wayang jawa. Berkulit hitam dan memiliki mata merah menyala. Candi Gaib ini konon menjadi kerajaan dan bagi makhluk gaib di kawasan Candi Gedong Songo.

Tempat Pemujaan

Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun oleh masyarakat sekitar Candi Gedong Songo dibangun oleh Ratu Sima sebagai tempat semedi atau pemujaan. Saat Ratu Sima kalah dalam peperangan konon dia sering berdoa dan meminta bantuan kepada makhluk gaib di tempat ini sebagai cara untuk melawan musuh- musuhnya. Sebab bantuan dari tempat ini Ratu Sima berhasil menaklukan musuh dan diakui kehebatanya. Konon sampai saat ini aura mistis dari makhluk- makhluk gaib di kawasan Gedong Songo masih sangat terasa.

Konon banyak penampakan dan hal- hal ganjil yang sering terjadi di kawasan wisata Candi Gedong Songo tidak hanya pada malam hari namun juga siang hari. Seorang penjaga candi mengungkapkan dirinya sering mendengar suara seperti prajurit sedang menuju ke arah candi pada malam hari terutama pada hari selasa atau jumat kliwon. Namun setelah ditelusuri tidak ada kelompok prajurit manapun yang datang menuju ke arah candi. Seorang pedagang di pintu candi juga mengungkapkan dirinya pernah menjumpai rombongan seperti orang Bali berbondong- bondong masuk ke dalam komplek candi namun saat ia mencoba mendekati rombongan tersebut untuk menawarkan dagangannya tiba- tiba mereka menghilang seperti ditelan bumi.

Penampakan- penampakan makhluk gaib juga sering terlihat di jalur menuju ke candi- candi di Candi Gedong Songo. Seorang wisatawan mengalami  kejadian aneh saat dirinya bersama teman- temannya hendak menuju ke candi ke tiga. Di sepanjang jalur dia melihat banyak sekelebat bayang- bayang makhluk astral di antara pepohonan yang ada di sepanjang jalur. Anehnya hanya dirinya yang melihat kejadian tersebut. Setiap kali menoleh selalu saja ada penampakan yang ia lihat meskipun hanya sekedipan mata.

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.