Latest News

Misteri dan Keindahan Destinasi Wisata Pulau Kumala



Pulau Kumala merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Kalimantan Timur. Pulau ini terletak di tengah Sungai Mahakam, merupakan sungai terluas di dan terpanjang di Indonesia.


Pulau Kumala memiliki luas 76 hektar tanah, pualu ini jika dilihat dari ketinggian terlihat seperti bentuk sebuah perahu besar. Pulau ini dulunya adalah sebuah pulau kosong tanpa penghuni ang ditumbuhi banyak pepohonan besar  dan rimbun. Pada tahun 2000, pemerintah daerah setempat membuka pulau Kumala sebagai destinasi wisata karena melihat potensi alam yang indah di sekitarnya. Taman ini dibangun menyerupai Taman Mini Indonesia Indah.


Objek wisata Pulau Kumala resmi dibuka pada bulan September 2002 bersamaan dengan Festiva lErau atau festival budaya masyarakat Kutai Kertanegara. Pemerintah daerah berhsil menyulap Pulau Kumala menjadi destinasi wisata yang menarik. Di pulau ini terdapat sebuah menara setinggi 75 meter yang bisa dikunjungi untuk menikmati pemandangan Pulau Kumala dan Kota Tenggarong di sekitarnya. Memiliki beberapa fasilitas seperti mini train, kereta gantung, akuarium raksasa dan berbagai wahana wisata lainya.

Wisata Pulau Kumala sempat lumpuh pada tahun 2007 tepatnya sejak terjadi kecelakaan kereta gantung yang terjadi tepat di atas Sungai Mahakam. Pulau ini menjadi semakin sepi pengunjung hingga kembali lagi menjadi sebuah pulau tak berpenghuni. Pada tahun 2014, Bupati Kutai Kertanegara membangun jembatan yang menghubungkan Kota Tenggarong dan Pulau Kumala. Dengan adanya jembatan tersebut wisata Pulau Kumala kembali hidup sampai sekarang.

Berbagai unsur kebudayaan juga dilestarikan di tempat wisata satu ini. Terdapat berbagai artefak, bangunan rumah khas dayak yang disebut sebagai Lamin, patung naga sebagai ikon daerah Kutai Kartanegara. Salah satu patung terbesar di Pulau ini adalah Oatung Lembuswana yang berada di ujung Pulau Kumala. Para tokoh masyarakat percaya bahwa lembuswara merupakan tunggangan Mulawarman yang pernah menjadi Raja Kutai Kertanegera sekitar 1.500 tahun silam.


Resort dan penginapan mulai dibangun untuk semakin menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Kumala. Memanfaatkan keindahan alam yang dimiliki pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata alam paling cantik yang ada dari Kalimantan. Disamping keindahan yang dimilikinya, Pulau Kumala juga menyimpan cerita mistis di dalamnya. Sejak pertama kali dibangun sebagai tempat wisata konon banyak hal mistis yang dialami oleh para pekerja dan juga pengunjung Pulau Kumala.

Sampai saat ini kejadian ganjil tentang makhluk halus masih sering terjadi di pulau ini. Jauh sebelum menjadi tempat wisata kono Pulau Kumala menjadi hunian gaib para makhluk astral. Menurut beberapa kisah yang disampaikan oleh para pekerja konon sering terjadi penampakan sosok makhluk gaib yang memakai pakaian mirip seorang pelaut. Dari pulau ini sering terdengar suara terompet kapal misterius karena saat ditelusuri tidak ada kapal yang sedang melintas atau menepi.

Hantu Wanita
Cerita tentnag hantu wanita di Pulau Kumala disampaikan oleh salah satu pekerja di pulau ini. Dia melihat seorang wanita dengan wajah cantik namun nampak pucat duduk di dekat pintu sebuah penginapan. Awalnya dia mengira wanita tersebut adalah salah satu pengunjung dan menginap di salah satu kamar penginpan di Pulau Kumala. Namun pada saat didekati, sosok perempuan tersebut tiba- tiba menghilang dan membuatnya lari ketakutan.  

Hantu Genderuwo
Penampakan hantu genderuwi di Pulau Kumala pernah dialami oleh beberapa staff yang bekerja di Pulau Kumala pada malam hari. Konon hampir setiap malam sosok genderuwo menampakan diri di antara rimbun pepohohonan yang tumbuh di sekitar resort. Seorang staff menyatakan bahwa dirinya pernah melihat sosok menyeramkan yang berdiri diantara pepohonan. Sosok ini memiliki tubuh besar dan mata besar berwarna merah. Penampakan hantu genderuwo rupanya tak hanya dialami oleh para staff, konon beberapa pengunjung juga pernah dibuat kaget dengan penampakan genderuwo di Pulau Kumala.

Misteri Kapal Karam
Tragedi kapal karam yang pernah terjadi pada insiden Tenggarong saat perang antara Kerajaan Kutai Kertanegara melawan pasukan Inggris menyebabkan salah satu kapal Inggris tenggelam di Sungai Mahakam. Masyarakat percaya bahwa bentuk pulau ini berasal dari bentuk kapal besar yang karam di dasar Sungai Mahakam. Kisah seram dialami oleh seorang pria bernama Amir, salah satu tukang kebun di Pulau Kumala.


Suatu hari saat dia bekerja seperti biasanya tiba- tiba Amir melihat gua yang sebelumnya tidak pernah terlihat ada di Pulau Kumala. Karena rasa penasaran dia memutuskan untuk masuk ke dalam gua tersebut. Saat dia mulai memasuki gua, dia justru merasa sedang memasuki sebuah kapal. Sebuh lrong gelap dengan kamar disisi kanan dan kirinya persis seperti di dalam lorong sebuah kapal. Amir mendengar sebuah percakapan dari salah satu ruangan di loorng tersebut. Saat memasuki ruangan tersebut terlihat 3-4 orang pria bule yang sedang berbincang dengan bahasa yang dia sama sekali tidak mengerti.

Saat ia memasuki ruangan nampak sekelompok pria tersebut seperti memotong pembicaraan. Salah satu dari mereka kemudian mempersilahkan Amir untuk duduk, anehnya selama Amir berada di sana mereka sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Amir dan melanjutkan pembicaraan. Cukup lama berada diruangan tersebut membuat Amir merasa ngantuk dan tertidur. Amir kemudian terbangun setelah dibangunkan oleh salah satu teman kerjanya. Dia heran karena dirinya terbangun di taman tempat biasa bekerja dan bukan di dalam ruangan tempat dia tidur sebelumnya. Konon kapal yang dimasuki oleh Amir adalah kapal karam dari puluhan abad yang lalu.

Sejarah Pulau Kumala

Pada tahun 1844, ada dua kapal dagang milik Inggris yang masuk ke perairan Tenggarong. Kedua kapal tersebut dipimpin oleh James Erskine Murray. Tujuan Murray datang ke Tenggarong adalag untuk mendirikan ppos dagang serta ijin transportasi kapal di wilayah perairan Mahakam. Raja Kutai, Sultan A.M Salehudin mengizinkan Inggris berdagang hanya di wilayah Samarinda. Tawaran Sultan A.M Salehudin rupanya tidak diterima oleh Murray. Atas rasa kecewanya tersebut Murray yang masih berada di perairan Tenggarong melepaskan tembakan meriam ke arah istana.

Tindakan Murray tersebut memicu pertempuran antara Inggris dan Kerajaan Kutai. Salah satu kapal milik Inggris berhasil di tenggelamkan dan satu kapal berhasil melarikan diri ke arah laut. Dalam pertempuran tersebut James Erskine Murra terbunuh dan ikut tenggelam bersama kapalnya. Insiden ini kemudian terdengar sampai ke telinga pemerintah Inggris. Awalnya pemerintah Inggris tidak ingin menanggapi atau melakukan serangan balik kepada pihak Kerajaan Kutai. Namun karean Belanda menganggap Kutai menjadi salah satu wilayah kekuasaanya Belanda memutuskan untuk menyelesaikan masalah dengan cara mereka.

Belanda sebagi sekutu dari Inggris mengirimkan pasukan dibawah perintah De Hoft untuk menyerang istana Kerajaan Kutai Kertanegara. Kala itu Sultan A. M Salehudin di ungsikan sementara ke Kota Bangun demi keselamatanya. Pada tanggal 11 Oktober 1844, Sultan A.M Salehudin terpaksa menandatangani perjanjian dengan Belanda. Dalam perjanjian tersebut Sultan menyatakan bahwa dia mengakui keberadaan pemerintahan Hindia Belanda dan bersedia mematuhi peritah Belanda di wilayah Kalimantan termasuk memberikan sebagian wilayah kongsi dagang kepada pihak Belanda.

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.