Latest News

Kelamnya Destinasi Wisata Goa Jepang, Bandung




Goa Jepang di kota Bandung terletak di Taman Hutan Ir. Juanda, Bukit Dago Pakar, Lembang, Bandung. Gua Jepang diresmikan sebagai destinasi wisata pada 23 Agustus 1965.


Goa Jepang dibangun oleh Jepang pada tahun 1942 pada masa penduduknya di Indonesia dengan bantuan tenaga romusha. Goa Jepang berlokasi di Taman Hutan, lokasinya berada sekitar 300 meter dari pintu gerbang utama. Goa Jepang di Bandung ini merupakan salah satu dari gua bersejarah yang terdapat di Indonesia. Selain sebagai tempat perlindungan, gua ini dulunya digunakan sebagai tempat menyimpan persedaian logistik selama perang dunia II.

Goa Jepang ini memiliki ukuran cukup besar dengan lorong yang panjang sehingga udara di dalamnya tidak terasa pengap. Meskipun begitu saat anda ingin menyusuri gua ini lebih baik untuk membawa senter karena pencahayaan di dalamnya sangat minim. 

Goa Jepang memiliki tiga pintu masuk yang terletak secara berdekatan. Kabarnya lorong kedua dan ketiga adalah lorong jebakan dan menjadi tempat pertahanan Jepang. Anda dapat menemukan beberapa gundukan tanah yang diduga sebagai tempat tidur para tentara Jepang.

Di dalam goa ini terdapat 18 bunker yang digunakan sebagai tahanan para tawanan perang. Ruang tembak, ruang pertemuan, dapur dan beberapa ruang lainya yang kemungkinan memiliki fungsi tersendiri pada masa lalu. 

Bagian atas gua ditumbuhi pepohonan yang rimbun maka tak heran jika saat anda masuk ke dalam gua ini anda akan melihat akar- akar yang merayap di beberapa bagian di langit- langit gua. Sejak dibangunya Goa Jepang pada tahun 1942 hingga saat ini belum pernah dilakukan renovasi di bagian manapun meskipun sudah diresmikan menjadi tempat wisata. Hal tersebut menjadi bukti bahwa bangunan ini dibangun dengan sangat kokoh.

Sejarah Gua Jepang

Goa Jepang di bangun oleh tentara militer Jepang pada tahun 1942 dan berfungsi sebagai tempat perlindungan sekaligus markas militer Jepang. Goa ini dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik, komunikasi radio pada masa jaman perang dahulu. 

Tentara militer Jepang memanfaatkan tenaga orang Indonesia secara paksa atau romusha untuk membangun gua ini. Goa Jepang juga menjadi saksi bisu perjuangan para prajurit Indonesia yang dibantai oleh sekutu pada tahun 1945 pada masa akhir Perang Dunia ke II.

Pada masa penjajahan Jepang, kota Bandung menjadi markas dari salah satu kantor besar Jepang di Pulau Jawa. Bandung juga menjadi pusat dari seluruh tawanan perang Jepang, baik tentara Belanda, kaum pembangkang Jepang dan masyarakat pribumi Indonesia. Dahulu kawasan Gua Jepang sangat tertutup untuk masyarakat umum. 

Terkait cerita masa lalu, pada saat Belanda masih berkuasa di Indonesia kawasan ini masih berupa deretan pegunungan yang terbentang dari barat sampai timur dan menjadi tangki air alami untuk cadangan di musim kemarau. Oleh karena itu Belanda membangun PLTA Bengkok di daerah aliran sungai Cikapundung sepanjang 114 meter dan lebar 1,8 meter.

Berada di lokasi strategis, gua ini kemudian beralih fungsi sebagai markas militer Belanda dan mulai membangun jaringan gua. Belanda membangun 15 lorong dan dua pintu masuk setinggi 3,2 meter dengan luas seluruh gua adalah 547 meter. 

Setelah Belanda resmi menyerah kepada tentara Jepang, tanggal 9 Maret 1942 tentara Jepang mulai masuk ke Bandung dari arah Lembang. Peninggalan Goa Jepang hingga kini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Kisah Seram Goa Jepang
Mengingat bahwa Goa Jepang pernah digunakan sebagai tempat tahanan perang dan pernah terjadi pembantaian di tempat ini tak heran jika di kawasan Goa Jepang juga menyimpan cerita mistis. Banyak korban berjatuhan akibat kekejaman tentara Jepang. 

Kondisi gua yang gelap dan cukup lembab memberikan suasana mistis yang cukup kental di dalamnya. Goa Jepang ini memiliki aura mistis yang konon berkaitan dengan kejadian masa lalu yang menyeramkan.

Menurut cerita masyarakat sekitar mereka sering melihat penampakan makhluk halus yang terlihat seperti tentara Jepang. Suara- suara misterius yang menyeramkan juga kerap terdengar terutama pada malam hari. Konon goa ini juga menjadi tempat penampungan orang- orang sakit dan dibiarkan meninggal disana. Suasana mistis dan mencekam semakin terasa di tempat ini.

Larangan Mengucapkan kata “Lada”
Larangan mengucapkan “lada” di kawasan Goa Jepang menjadi salah satu cerita mistis yang terkenal di tempat ini. Menurut cerita masyarakat setempat kata “lada” berkaitan dengan nama salah satu tokoh yang sangat dihormati bernama Eyang Lada Wasesa. 

Konon jika ada orang dengan sengaja ataupun tidak sengaja mengucapkan kata “lada” maka orang tersebut akan mengalami kejadian- kejadian ganjil seperti bulu kuduk terasa merinding, tiba- tiba terjatuh bahkan yang paling parah adalah kerasukan.

Seperti yang dialami oleh salah satu wisatawan yang tergabung dalam suatu rombongan. Ketika salah satu orang dari rombongan tersebut menanyakan kepada pemandu wisata “kenapa disini dilarang mengucapkan lada?” seketika pemandu wisata terdiam dan terlihat marah karena sebelum masuk rombongan tersebut sudah diberi peringatan untuk tidak mengucapkan kata tersebut di area Goa Jepang.

Setelah kata tersebut diucapkan, mendadak suasana gua menjadi terasa mencekam. Terdengar suara- suara misterius mulai dari suara rintihan, suara derap langkah kaki kuda yang tiba- tiba muncul. Sedangkan orang yang mengucapkan kata tersebut tiba- tiba saja pingsan dan kesurupan makhluk gaib di dalam Goa Jepang.

Penampakan Misterius
Berbagai cerita tentang penampakan makhluk astral yang terdapat di Goa Jepang. Mulai dari penampakan sosok tentara tanpa kepala, penampakan pocong, kuntilanak hingga munculnya suara yang menyerupai derap kaki kuda yang sering terdengar di Goa Jepang. 

Seperti yang dialami oleh salah satu pengunjung, saat itu ia tengah berfoto di dekat ventilasi. Setelah dia melihat hasil fotonya, dia menyadari ada sosok wanita berambut panjang berpakain serba putih tertangkap kameranya.

Kejadian lain juga dialami oleh tim liputan salah satu TV swasta Indonesia. Saat itu mereka sedang mengadakan acara uji nyali di Goa Jepang. Salah satu tim uji nyali mengatakan dirinya melihat penampakan seperti sosok ular besar namun berbentuk seperti asap. 

Penampakan lain yang sering tertangkap oleh kamera wisatawan adalah sosok pocong juga seperti tentara tanpa kepala. Penampakan arwah para pribumi korban romusha masa penjajahan Jepang.

Suara Jeritan
Konon sering terdengar suara jeritan wanita di Goa Jepang. Jeritan ini diduga berasal dari ruang tahanan yang terdapat di dalam goa. Seperti yang dialami oleh rombongan wisata yang datang ke tempat ini. 

Saat itu mereka baru saja memasuki goa, namun seketika mereka berlari meninggalkan goa karena ketakutan setelah mendengar suara jeritan mengerikan yang mereka dengar dari luar goa. Jeritan tersebut seperti jeritan seorang wanita yang sedang merintih kesakitan.


No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.