Latest News

Studio Alam Gamplong




Studio Alam Gamplong terletak di sebah desa wisata bernama Gamplong tepatnya di Desa Gamplong 1, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Studio ini didirikan di lahan seluas 2,7 hektar tanah milik kas desa Gamplong. Dengan lokasi yang luas, studio ini memiliki detail properti yang lengkap sehingga pengunjung yang datang ke Studio Alam Gamplong tidak hanya bisa berwisata namun juga sekaligus bisa belajar tentang proses pembuatan film.


Asal Usul Studio Alam Gamplong

Gamplong terkenal sebagai desa wisata yang terkenal dengan kerajinan tenun tradisional yang pembutanya masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Produk kerajinan yang terkenal adalah stagen, tenun lurk serta kerajinan yang berasal dari anyaman eceng gondok.

Pendirian Studio Alam Gamplong dimulai pada bulan Desember 2017 di prakarsai oleh Mooryati Soedibyo dia adalah pendiri Mustika Ratu. Alasan pendirian studio alam ini adalah bermula dari keinginan Mooryati membuat film untuk bangsa. Kemudian muculah ide pembuatan film berjudul Sultan Agung: The Untold Love Story dengan tokoh Sultan Agung sebagai inspirasi. Film tersebut di sutradarai oleh Hanung Bramantyo. Pemilihan lokasi akhirnya merujuk ke Desa Gamplong, sehingga dibuatlah Studio Gamplong.

Studio Alam Gamplong berasal dari lahan desa yang diubah menjadi set Indonesia pada abad ke 16 dimana Indonesia masih dibawah kekusasaan Belanda. Studio Alam Gamplong atau yang disebut sebagai mini hollywood ini terdapat bangunan-bangunan menarik seperti benteng Belanda, bangunan China, Joglo dan bangunan bernuansa betawi kuno.

Pembangunan Studio Alam Gamplong ini mulanya bertujuan untuk kepentingan film namun terbuka untuk umum dengan catatan pengujung tidak mengganggu proses syuting yang sedang berlangsung. Setelah proses pembuatan film Sultan Agung kara anung Bramantyo selesai, pihak Mooryati sepakat untuk menyerahkan Sudio Alam Gamplong kepada pemerintah daerah setempat. Studio Alam Gamplong telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada bulan Juli 2018.

Wahana di Studio Alam Gamplong
Didalam Studio Alam Gamplong pengunjung bisa merasakan kehdupan dimasa kolonial Belanda yang penuh dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Terdapat  beberapa bangunan semi permanen seperti gerbang Keraton Kerajaan Mataram, pendopo ageng, pendopo alit, jembatan kayu, benteng VOC, kampung Mataram, kampung Belanda, dan kampung pecinan, pasar rakyat, hotel dan penginapan di masa lalu.

Studio Alam Gamplong juga memilik beberapa bangunan replika komplek kota Kranggan, Surabaya di tahun 1908. Nuansa kota kuno dengan rel kereta api lengkap dengan gerbong yang menjadi setting sebuah film berjudul Bumi Manusia yang baru saja dirilis.

Kampung Pecinan
Memasuki area replika Kampung Pecinan pengunjung akan menemukan bangunan bernuansa China. Bangunan- bangunan tersebut semakin menarik denagn ornamen- oranmen etnik China yang menarik dan menyimpan banyak makna. Salah satu banguanan yang terdapat disini adalah sebuah rumah kuno yang terbuat dari kayu dengan hiasan lampion merah di luarnya membawa anda ke dalam suasana China tempo dulu.


Benteng Belanda
Masuk ke dalam Studio Alam ini pengunjung akan menemukan sebuah replika benteng Belanda pada jaman VOC. Kesan suasana tempo doloe semakin terasa dengan bangunan yang memiliki eksterior khas Belanda. Sebuah meriam lengkap dengan roda penyangganya semakin menambah kesan kolonial.

Bangunan benteng ini dibuat untuk keperluan shooting film Sultan Agung pada tahun 2017 namun tetap di rawat hingga kini karena bisa digunakan untuk kepentingan shooting film lainya. Untuk masuk ke dalam benteng ini pengunjung harus melewati jeabatan kayu yang memiliki gaya arsitektur Belanda.

Kampung Mataram
Di dalam Studio Alam Gamplong terdapat replika kampung Mataram yang menggambarkan kehidupan Indonesia pada abad ke 16. Terdapat bangunan jawa kunoyang khas dengan dinding anyaman bambu. Salah satu bangunan yang paling menarik disini adalah sebuah pendopo sebagai salah satu bagian bangunan di Keraton Mataram.

Disini juga terdapat replika dari Keraton Mataram Kuno yang terletak di Pleret, Bantul yang dikenal sebagai Keraton Kerto dengan ciri khas bangunan yang lantainya terbuat dari batu. Rumah- rumah dibuat semirip mungkin dengan banguna rumah jaman dahulu. Dengan beberapa tambahan properti khas pedesaan seperti hasil pertanian yaitu padi, jagung, alat bercocok tanam serta alat dagang di jaman dulu.

Tidak hanya set bangunan dan rumah namun juga terdapat set pasar rakyat jaman dulu juga dibuat di Studio Alam Gamplon. Pengunjung bisa menemukan set warung di jaman dulu, pikul yang digunakan sebagai alat dagang jama dulu.

Kampung Pinggiran Sungai
Kampung pinggiran sungai yang terkenal kumuh yang biasa di jumpai di bebarapa pinggiran kota besar bisa di kita jumpai replikanya di Studio Alam Gamplong. Set dibuat semirip mungkin dengan adanya aliran sungai yang memisahkan antara kampung per kampung. Beberapa properti seperti gerobak, jemuran baju, dan bebapa peralatan ruamah tangga terlihat berada di luar rumah mirip seperti yang terlihat di perkampungan pinggir sungai pada umumnya.

Hotel dan Penginapan
Bangunan hotel dan penginapan tempo dulu tidak luput melengkapi koleksi di Studio Alam Gamplong. Set bangunan hotel dengan beberapa sentuhan gaya Belanda menjadi salah satu spot foto paling menarik di sini.

Kereta Uap

Kereta uap di Studio Alam Gamplong tidak hanya sebagai pajangan namun juga benar-benar bisa beroperasi layaknya kereta sungguhan. Kereta ini bisa beroperasi dan di naiki hanya pada saat proses shooting sedangkan di hari biasa kereta tidak beroperasi dan dilarang untuk menaikinya.

Pertokoan
Set deretan pertokoan menyerupai sebuah kota kecil juga bisa anda temukan di Studio Alam Gamplong. Terdapat warung optik kacamata, warung Lo Wong Chiu Malaga- Khasiat nyata yang menjual anggur dan beras kencur dan masih ada beberapa toko lainya. Semua bangunan toko masih bergaya khas Belanda tempo dulu.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Studio Alam Gamplong merupakan sebauh studio alam yang letaknya terbuka sehingga waktu yang tepat untuk berkunjung kesini adalah dipagi atau sore hari saat hari tidak telalu panas. Studio Alam Gamplong terbuka untuk umum mulai pukul 08.00 sampai 17.00 setiap hari.

Tidak ada harga tiket khusus untuk masuk pengunjung bisa memberinya secara sukarela.Pengunjung yang datang cukup membayar parkir kendaraan sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor, Rp 5.000 untuk mobil, Rp 10.000 untuk Hiace/ Elf dan Rp 20.000 untuk kategori bus medium dan bus besar.

Peraturan Pengunjung
Meskipun terbuka untuk tempat wisata, Studio Alam Gamplong sampai saat ini masih digunakan sebagai lokasi shooting. Oleh karena itu pengunjung harus mengetahui beberapa aturan yang diterapkan di studio ini. Beberapa peraturan tersebut antara lain pengunjung tidak boleh memegang atau memindahkan properti yang ada di studio bagi yang melakukan akan dikenai denda sebesar Rp 100.000. Kedua pengunjng dilarang membuang sampah maupun puntung rokok sembarangan karena sudah disediakan tempat sampah. Ketiga dilarang membawa makanan maupun minuman kedalam studio. Keempat pengunjung dilarang menganggu saat ada proses shooting film di Studio Alam Gamplong.

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.