Latest News

Earl Grey dari Blackbone Coffee Yogyakarta

Blacbone Cafe Yogyakarta


Narayatrip.com--Saya masih bisa mengingat bagaimana aroma teh hangat Earl Grey disajikan di depan saya oleh seorang waitress di Blackbone Coffe Yogyakarta.


Aromanya membuat saya teringat dengan alur novel yang belum selesai saya tulis. Ketika menghirup aroma itu, tiba-tiba saja saya punya ide untuk melanjutkan cerita novel saya, dan sekaligus ide untuk menikmati teh lain di kemudian hari.

Saya belum pernah mencicipi earl grey. Dulu saya pernah mencicipi english breakfast, yang rasanya memang cocok dikombinasikan dengan roti. Kali ini saya mencoba mencicipi Earl Grey. 


Pengalaman Menikmati Earl Grey 

Teh Earl Grey


Saya tidak perlu menipasi uapnya sampai ke hidung saya untuk bisa mencium aromanya. Ketika waitres masih berjalan beberapa meter di depan saya sambil membawa nampan dengan secangkir earl grey di nampanya, saya sudah bisa mencium aromanya. Bibir saya tertarik ke arah telinga ketika secangkir teh itu sudah diletakkan di depan saya. 

"Terimakasih" kata saya pada si pengatar. Dia tersenyum lalu kembali ke tempatnya. 

Saya yakin dia sangat sibuk pada hari itu karena pengunjung Blackbone Coffee terbilang selalu ada setiap jamnya. Sementara itu, saya fokus kepada secangkir teh yang berdiam di depan saya. Dia diam dengan caranya yang subtil, membawakan aroma transendence ke dalam diri saya. 

Saya cicipi perlahan. Air earl grey hangat itu masuk ke kerongkongan saya, terus meluncur ke bagian dalam tubuh saya dan membuat hangat di bagian dada. Saya teruskan mencicipi lagi, perlahan sambil berbincang dengan kawan saya. 

Perlahan namun pasti, sampai malam secangkir earl grey itu pun tandas. 



Identitas Earl Grey


Tak ingin hanya sekedar menikmatinya, saya pun membuat ulasan mengenai yang saya rasakan setelah meminum Earl Grey sekaligus mencari informasi apa itu Teh Earl Grey sebenarnya. 

Saya mendapatkan informasi bahwasanya earl grey tea adalah campuran teh yang telah dibumbui dengan penambahan minyak bergamot. Minyak harum kulitnya ditambahkan ke teh hitam untuk memberi Earl Grey cita rasa yang unik. 

Secara tradisional, Earl Grey dibuat dari teh hitam, tetapi perusahaan teh sejak itu mulai menawarkan Earl Grey dalam varietas lain juga, seperti teh hijau atau teh oolong.

Sejarah Earl Grey 

Campuran Earl Grey, diasumsikan diberi nama setelah Charles Gray, Earl Grey ke-2, Perdana Menteri Inggris pada tahun 1830-an dan penulis RUU Reformasi tahun 1832. 

Konon ia menerima hadiah, mungkin sebagai hadiah diplomatik, dari teh yang dibumbui dengan minyak bergamot. "Grey's Tea" dikenal dari tahun 1850-an, tetapi sebuah referensi yang dipublikasikan pertama kali menyatakan bahwa teh "Earl Grey"  baru ada tahun 1880-an berdasarkan iklan perusahaan Charlton & Co. dari Jermyn Street di London. 

Berdasarkan Legenda 

Menurut salah satu legenda mandarin Cina, seorang penguasa di Tiongkok memberikan hadiah teh kepada Lord Grey karena telah menyelamatkan putranya. Sebagai tanda terimakasih dia memberikan teh terbaik di negerinya sebagai hadiah. Kemudian, satu anak buah Lord Grey menyajikan teh tersebut untuk pertama kalinya kepada  Earl pada tahun 1803. 

Kisah itu tampaknya apokrif, karena Lord Grey tidak pernah menginjakkan kaki di Tiongkok dan penggunaan minyak bergamot untuk aroma teh kemudian tidak dikenal di Cina. Namun, kisah ini kemudian diceritakan (dan sedikit diperbaiki) di situs web Twinings, sebagai "telah disajikan oleh seorang utusan sekembalinya dari Tiongkok". 

Menurut keluarga Grey, teh itu secara khusus dicampur oleh orang yang berbahasa Mandarin untuk Lord Grey, agar sesuai dengan air di Howick Hall, kursi keluarga di Northumberland, menggunakan bergamot secara khusus untuk mengimbangi banyaknya kapur di air setempat. 

Lady Grey menggunakannya untuk menghibur tamu di London sebagai nyonya rumah. Dia sangat menyadari dalam hubungan politik, menghibur lawan dan kawan politik sangat penting. Setelah itu teh earl Grey menjadi populer. Dia pun ditanya apakah itu dapat dijual kepada orang lain. 

Prestige 

Sebuah survei tahun 2010 menemukan bahwa sebagian kecil orang di Inggris menganggap minum Teh Earl Grey merupakan kebiasan yang mewah atau kelas atas. Karenanya Teh Earl Grey populer sebagai salah satu teh berkelas. 


Demikian informasi yang saya dapatkan terkait dengan Earl Grey Tea. Informasi di atas masih hanya sebuah info permukaan saja. Tentunya ada banyak rahasia di balik keberadaan Teh Earl Grey. Pelan-pelan saya ingin menyingkap rahasia itu. 

Kembali ke Earl Grey yang saya nikmati di Blackbone Coffee. Saya tandaskan teh itu perlahan-lahan sambil berbincang dengan teman saya. Kami pulang jam delapan malam. Kurang lebih kami di sana selama 4 jam, hanya untuk berbincang. 

Caesar Salad di Blacbone Coffee


Teh Earl Grey telah menemani kami dengan baik. Saya menikmatinya sambil makan caesar salad. Caesar salad dibuat dari selada air, irisan timun, tomat, telur rebus, dan roti dibumbui dengan saus mayonaise.  

Cafe Blackbone sendiri menawarkan tempat yang teduh untuk bersantai. Terdiri atas outdoor dan indoor room, siapa saja bisa bersantai di sana. 

Tersedia wi fi untuk anda yang datang ke Blacbone dengan niat untuk bekerja. Di samping itu, zona no smocking disediakan untuk anda yang ingin menghindari pengunjung lain yang sedang merokok. 

Sampai di sini dulu pengalaman saya terkait dengan mencicipi earl Grey. Next time saya akan cerita pengalaman lain terutama ketika mencicipi menu unik di cafe di Yogyakarta. 

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.