Latest News

Grand Inna Malioboro, Fasilitas dan 8 Destinasi Wisata Terdekatnya




Narayatrip.com—Grand Inna Malioboro sebuah akomodasi nyaman dan mewah dengan harga terjngkau yang terletak di pusat kota Yogyakarta. Hotel kelas bintang empat ini menawarkan pelayanan bagus serta fasilitas yang lengkap.  Terletak di Jl. Malioboro No.60 Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta, Grand Inna Malioboro Hotel berdekatan dengan Malioboro dan Stasiun Tugu Yogyakarta.


Sejarah Grand Inna Hotel Malioboro


Grand Inna Hotel Malioboro menjadi bagian dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia di kota Yogyakarta. Pada awalnya hotel ini merupakan sebuah cottages yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1908 dan selesai pada tahun 1911. Cottages ini dikhususkan hanya untuk tamu-tamu Gubernur Belanda dan tamu Militer. Cottages terus beroperasi sebagia penginapn terbesar di Yogyakarta kala itu, kemudian beruabh naman menjadi Grand Hotel De Djokja.

Tahun 1938 hotel direnovasi dengan menambah bangunan sayap utara dan selatan serta bangunan  utama di tengah. Hasil renovasi ini membuat hotel mengalami perubahan bentuk dengan uda lantai dan dua bangunan sayap yang saling berhadapan dengan bentuk yang sama. ditenga bangunan sayap terdapat dormer pendek dnegan sebuah menara.

Pada tahun 1942 Jepang kembali datang dan menguasai Hindia Belanda termasuk wilayah Yogyakarta. Jepang keudian mengambil alih Grand Hotel De Djokja dan mengubah namanya menjadi hotel Asahi.

Tahun 1945 saat Indonesia merdeka, Hotel Asahi diambil alih oleh Indonesia dan diganti nama menjadi Hotel Merdeka. Pada bulan Desember 1945 hingga Maret 1946, dua kamar Hotel Merdeka yaitu kamar 911 dan 912 difungsukajn sebagai Kantor Markas Besar Oemoem (MBO) Tentara Keamanan Rakyat yang  dipimpin oleh Panglima Besar Jendral Soedirman.

Yogyakarta sempat menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, dan pada saat itu Hotel Merdeka dialihfungsikan menjadi kantor kerja kabinet pada masa itu. Digunakan sebagai kantor hotel ini kembali mengalami perubahan nama menjadi Hotel Garuda. Nama tersebut dipilih sebagai manifesatsi lambang negara Indonesia yaitu burung Garuda. Nama tersebut juga bertujuan untuk membedakan dengan hotel lain di Indonesia yang menggunakan nama Merdeka diseluruh Indonesia.

Tahun 1975 pemerintah Indonesia menyerahkan pengelolaan hotel kepada pihak PT. Natour sesuai dengan kesepakatan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1972. Kemudian oleh PT. Natour, Hotel Garuda diubah nama menjadi Hotel Natour Garuda. Tahun 1982 PT. Natour melakukan renovasi besar-besaran dan mengubah kelas hotel yang semula bintang satu menjadi hotel bintang empat. Bangunan sayap utara dan selatan hotel tetap dipertahankan untuk mempertahankan nuansa sejarah dihotel ini. Sedangkan bangunan utama dibuat enjadi tangkat tujuh

Tahun 1993 PT. Natour bergabung dengan PT. Hotel Indonesia Internasional menjadi PT. HII-Natour.  Setelah legalitas PT. HII Natour berubah menjadi PT. HIN (Hotel Indonesia Natour) pada Maret 2001. Akhir 2002 hingga sekarang Hotel Natour Garuda berubah nama menjadi Grand Inna Garuda dibawah naungan PT. HIN menyandang Inna sebagai nama bisnis korporat sekaligus nama komerial.




Fasilitas Grand Inna Garuda Malioboro


 Kamar

Hotel bintang empat dengan tujuh lantai ini memiliki 222 kamar tidur yang nyaman dengan dekorasi modern dan jendela-jendela yang lebar. Jumlah kamar tersebut dibagi dalam beberapa tipe pilihan kamar, diantaranya;

·         Superior Room
Dengan luas kamar 26 meter persegi, Superior Room memiliki tempat tidur dengan dua kasur single. Dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti AC, minibar, telepon, TV kabel , Wi-fi, mesin pembuat minuman teh/ kopi, lemari es, brankas, rak pakaian, layanan sarapan.

Anda juga dapat menikmati fasilitas kamar mandi pribadi yang dilengkapi dengan shower, bak mandi, dan perlengkpaan mandi yang sudah disediakan secara gratis. Tarif untuk Superior Room dibandrol dengan harga Rp 659.304 per malam.

·         Deluxe Room
Dengan luas kamar 28 meter persegi, Deluxe Room dilengkapai dengan tempat tidur dua kasur single. Kamar ini memiliki balkon/ teras kamar yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati pemandangan sekitar.

Dilengkapi dengan fasilitas AC, minibar, telepon, Wifi, TV kabel, mesin pembuat minuman teh/ kopi, lemari es, brankas, rak pakaian, layanan sarapan. Anda juga dapat menikmati fasilitas kamar mandi pribadi yang dilengkapi dengan shower, bak mandi, dan peralatan mandi yang anda dapatkan secara gratis. Tarif kamar ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp 829.696 per malam.

·        Junior Suite Room
Junior Suite Room memiliki luas kamar 36 meter persegi dan dilengkapi dengan tempat tidur satu kasur king. Kamar ini memiliki kapasitas maksimal untuk dua orang. Dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti AC, telepon, TV kabel, Wifi, lemari es, minibar, rak pakaina, brankas, mesin pembuat minuman the/kopi.

Fasilitas kamar mandi pribadi yang dilengkapi dengan shower, bak mandi, serta perlatan mandi yang sudah disediakan secara gratis. Kamar ini dibandrol dengan harga Rp 2.255.467 permalam.

·        Executive Suite Room

Executive Suite Room merupakan kamar dengan luas 58 meter persegi ini dilengkapi dengan satu tempat tidur dengan satu kasur king dan memiliki balkon/teras. Kamar dengan perpaduan arsitektur klasik dan modern memberikan nuansa elegan yang nyaman. Kamar ini memiliki kapasitas maksimal untuk dua orang.

Dilengkapi dengan fasilitas AC, TV kabel, Wifi, Telepon, lemari es, brankas, rak pekaian, minibar, mesin pembuat minuma teh/kopi, sarapan. Serta kamar mandi pribadi yang telah dilengkpai dengan shower, bak mandi, perlengkpan mandi gratis.Kamar ini dibandrol dengan harga Rp 3.262.262 per malam.



 Restoran dan Lounge Grand Inna Malioboro


Grand Inna Malioboro memiliki restoran yang beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00- 24.00.  Grand Inna memiliki tiga restoran, bar/ lounge, dan kafe.

Malioboro Coffee Shop


Terletak di lobi lantai 1, café ini buka setiap hari menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam. Untuk menu sarapan disedikan mulai pukul 06:00 pagi sampai 10:00 pagi saja. Malioboro café menyediakan hidangan favorit dengan sistem prasmanan untuk memberikan suasana bagi setiap tamu atau pengunjung.

Mataram Lounge


Buka setiap hari mulai pukul 10:00 sampai 12:00 siang, lounge ini terletak di lobi. Pengunjung bisa bersantai ambil menikmati musik Gamelan Jawa. Disediakan banyak pilihan menu cemilan dan minuman yang bisa anda nikmati serta hidangan khas yang ditawarkan.

Café indoor & outdoor Grand Inna Malioboro


Terletak dilantai satu tepat di sebelah Malioboro Coffee Shop, café ini menawarkan menu spesial ‘kopi arang’. Arang dipercaya dapat membantu menetralkan asam lambung yang berfungsi sebagai obat untuk kembung.

Café dengan konsep indoor dan outdoor ini bisa dinikmati untuk bersantai pada siang atau malam hari dengan pemandangan  jalanan yang menampilkan budaya Yogyakarta.

 Restoran


Restoran berada di tingkat lobi, mampu menampung hingga 120 orang. Biasa difungsikan untuk menggelar acara khusus di dalam hotel di hari-hari tertentu atau even tertentu. Menyediakan banyak pilihan menu yang bisa dinikmati dengan pelayanan yang ramah.

 Taman Sari Pool Side


Sebuah taman yang dilengkapi dengan kolam renang dangkal yang aman untun anak-anak. Area ini berada di lantai tiga yang dibuka setiap hari mulai pukul 6 pagi sampai 8 malam.

 Pusat Bisnis


Pusat bisnis menyediakan berbagai keperluan bisnis yang anda butuhkan. Terdapat berbdagai fasilitas kantor seeperti sistem komputer, internet dan ruang pertemuan.

SPA


Layanan spa terdapat di lantai tiga,  buka setiap hari mulai pukul 7 pagi sampai 10 malam.



Destinasi wisata terdekat Grand Inna Malioboro


 Malioboro

Grand Inna Malioboro beralamatd di kawasan Malioboro sebagai pusatny akota Yogyakrta. Malioboro merupakan sebuah kawasan perbelanjaan terbesar di Yogyakarta  yang menjaul beraneka ragam pernak-pernik dan oleh-oleh khas Yogyakrta lainya.

Deretan toko pakaiaan dan oleh-oleh di Malioboro menjual barang-barang mereka dengan harga cukup murah. Bahkan jika anda bisa menawar harga di lapak-lapak penjual pakaian atau pernak-pernik khas Yogyakarta sampai harga yang disepakati.

Malioboro memang sudah menjadi tempat wajib untuk dikunjungi saat berada di Yogyakarta, tidak lengkap rasanya jika ke kota ini tidak menapakan kaki di Malioboro. Kini Malioboro menjadi kawasan yang ramah untuk pejalan kaki setelah beberapa perubahan yang dilakukan. Banyak disediakan pula kursi untuk bersantai dan bebarapa spot foto yang bisa diabadikan.

Di malam hari anda bisa menjumpai pemain musik jalanan (angklung) yang tamil di pinggir jalan area Malioboro. Musik yang dimainkan dengan alat musik sederhana ini bisa menambah suasana asik Malioboro di malam hari. Malioboro adalh sebuh kawasan yang bisa anda kunjungi setiap waktu.

Di atas jam 10 malam para pedagang di sekitar Malioboro biasanya sudah menutp dagangan mereka, kecuali beberapa warng makan yang masih buka. Namun bagi anda yang hanya ingin berjalan-jalan atau menikmati suasana malam dijogja, Malioboro bisa menjadi alternatif pilihan yang tepat.

 Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg berada di kawasan titik nol kilometer Yogyakarta. Bangunan ini dibangun pada tahun 1765, merupakan bekas peninggalan Belanda yang dulunya digunakan sebagai penjara bagi para pemberontak Belanda.   

Bangunan bekas Benteng Vredeburg dipugar dan dilestarikan dan hingga kini dikenal dengan nama Museum Benteng Vredeburg. Didalam museum pengunjung dapat menemukan berbagai fasilitas seperti perpustakaan, ruang pertunjukan, ruang seminar atau pertemuan, audio visual dan ruang belajar kelompok, runag tamu, mushola, dan toilet.

Benteng Vredeburg menjadi sebuah museum yang didalamnya terdapat beberapa karya seni, patung, bangunan dan berbagai senjata peninggalan jaman Belanda. Didalam Museum Benteng Vredeburg ini terdapat beberapa bangunan yang bercorak khas Belanda dengan tembok berwarna puth dan banyaknya tiang penyangga.

Museum Benteng Vredeburg buka setiap hari kecuali pada hari senin dan hari libur nasional. Dibuka mulai pukul 07:30 samapi 17:30, dengan biaya tiket masuk untuk dewasa adalah Rp 3.000 dan untuk anak-anak adalah Rp 2000 sedangkan untuk warga negara asing yang ingin masuk dikenai biaya sebesar Rp 10.000.

Titik Nol Kilometer

Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjadi kawasan yang tidak pernah sepi oleh aktivitas masyarakat mulai dari pagi, siang, sore hingga malam hari. Titik Nol Kilometer masih berada di kawasan Malioboro, menjadi salah satu spot favorit bagi wisatan baik lokal maupun mancanegara.

Daya tarik dari kawasan ini adalah bangunan-bangunan lama yang berdiri di sekelilingnya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak wisatawan. Pengunjung bisa melihat dua bangunan besar bergaya kolonial disisi selatan Titik Nol Kilometer yaitu gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Kemudian dibagian selatan sebelah barat terdapat bangunan besar bergaya kolonial yaitu Bank BNI yang sering menjadi spot foto wisatawan karena letakny yang sangat strategis dan jelas terlihat dari salah satu sudut di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Disebelah utara terdapat bangunan bersejarah yang terkenal yaitu Benteng Vredeburg. Disisi selatan Benterng Vredeburg terdapat patung Monumen Serangan Sebelas Maret, tempat ini sering kali digunakan sebagi venue dalam sebuah acara sseperti pentas musik atau kesenian yang menambah keramaian kawasan Titik Nol Kilometer.

Selain itu disisi utara Titik Nol Kilometer terdapat Gedung Agung. Sebuah gedung yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yang menjadi Istana Kepresidenan Yogyakarta. Ketika malam hari, gemerlap lampu-lampu disepanjang jalan dan bangunan-bangunan menambah keceriaan suasana di tempat ini. Juga disediakan banyak bangku untuk pengunjung bisa lebih bersantai menikmati suasana di kawasan Titik Nol Kilometer.

Banyak terdapat spot foto dan pertunjukan yang bisa disaksikan oleh pengunjung saat datang ke kawasan Titik Nol Kilometer. Saat ini juga telah dibangun toilet bawah tanah yang terdapat didepan gedung Bank Indonesia yang juga memiliki fasilitas lengkap sehingga pengunjung tetap merasa nyaman.

Keraton Yogykarta

Keraton Yogyakarta merupakan rumah sekalihus kantor bagi  Sultan Hamengku Buwono sebagi Gubernur Yogyakarta. Keraton Yogyakarta sangat terkenal dnegan warisan budaya etnik jawa yang masih dilesatarikan dalam kehidupan didalam Keraton.

Kawasan Keraton Yogyakarta yang dibisa dikunjungi oleh wisatan berada di halaman Keraton Yogyarakarta, dimana semua informasi budaya dan sejarah mengenai Keraton Yogyakarta berada didalamnya.  Terdapat museum yang menyimpan koleksi milik kesultanan, replika pusaka keraton, barang-barang pemberian raja-raja Eropa dan gamelan. Keraton Yogyakarta memiliki balairung mewah, lapangan dan paviliun yang luas.

Pengunjung yang ingin datang ke Keraton Yogyakarta dikenai batas waktu yaitu pukul 08:00 sampai 14:00 dibuka setiap hari. Khusus untuk hari jumat Keratn dibuka dari pukul 08:00 sampai 12:00 saja. Harga tiket bagi pengunjung yang ingin masuk kawasan Keraton Yogyakarta sebesar Rp 7.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 12.000 untuk wisatawan manca negara.

Taman Sari

Taman Sari Yogyakarta merupakan bangunan bekas kebun Keraton Yogyakarta. Taman ini memiliki luas lebih dari 10 hektar yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Dengan luas wilayah tersebut Taman Sari dibagi menjadi empat bagian utama.

Sebagai bangunan utama terdapat Danau Buatan disebal barat. Bagian kedua yaitu Pemandian Umbul Binangun di sebalah selatan. Bagian ketiga berada tepat di selatan bagian kedua yaitu kolam Garjigawati dan Pesarean Ledok Sari. Bagian keempat terdapat sebuah jembatan gantung dan kanalny yang menjadi bagian dari bangunan utama.

Total bangunan yang ada di Taman Sari berjumlah 57 bangunan seperti kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air dan danau buatan. Bangunan lainya adlah gedung, lorong bawah air, dna pulau buatan. Dari semua bangunan yang terdapat di Taman Sari, Pemandian Umbul Binangun menjadi bagian paling diminati oleh wisatwan.

Taman Sari buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 14:00. Bagi wisatawan yang ingin masuk harus membayar tiket dengan harga Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisawatan manca negara. Selain itu dikenai biaya tambahan sebesar Rp 3000 bagi pengunjung yang datang membawa kamera DSLR.

  Alun-Alun Selatan

Alun-alun SelatanYogyakarta menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarat. Salah satu aktivitas paling menarik yang bisa dilakukan disini adalah melewati dua phon beringin besardengan mata tertutup. Kono bagi siapapun yang bisa melewati dua pohon tersebut dengan baik bisa dibilang orang tersebut adalah orang dnegan hati yang bersih dan permohonanya akan terkabul.

Alun-alun selatan mulai ramai pengunjung pada sore hingga malam hari. Pengunjung bisa menggunakan jasa penyewaan sepeda tandem sebesar Rp 10.000 untuk mengelilingi alun-alun. Mobil odong-odong dengan berbagai hiasan yang menark yang bisa anda coba dengan membayar sebesar Rp 30.000- Rp 60.000/ grup untuk mengelilingi alun-alun.

Pengunjung juga bisa bersantai sambil menikmati menu khas Yogygakarta dari warung makan yang berjajar disebelah barat dan timur Alun-alun. Pada waktu-waktu tertentu pihak keratin menggelar pagelaran wayang kulit di Sasono Hinggil Dwi Abad yang berada di sisi utara alun-alun.

  



No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.