Latest News

Bandara Baru Kulonprogo / New Yogyakarta Airport



Narayatrip.com-Pemerintah tengah  membangun bandara baru Kulonprogo yang dibangun diatas tanah seluas 587 hektar.  Bandara baru ini dipresiksi akan menjadi salah satu bandara terbesar dan termegah yang  ada di Indonesia. Bandara yang masih dalam proses pembangunan ini direncanakan akan menggantikan Banda Adi Sucipto yang sudah tidak mampu lagi  menampung banyaknya  kapasitas penumpang dan  pesawat. 

Bandara baru  tersebut direncakana memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi dengan kapasitas 15juta penumpang pertahun. dengan perkiraan luas landasan 371. 125 meter persegi diperkirakan  mamapu menampung sebanyak 28 unit pesawat.

Bandara ini diwujudkan sebagai bentuk airport city. Memadukan kawasan logistik, kawasan industri, serta kawasan wisata dalam satu kawasan ekonomi terpadu. Bandara ini nantinya akan dilengkapi dengan akses moda transportasi jalur kereta yang aka terhubung langsung dengan area terminal penumpang. Diberitakan bahwa Bandara Kulonprogo saat ini sudah memiliki landasan pacu yang dapat dioperasikan April 2019 mendatang.


Kereta Bandara Kulonprogo

Kereta akan langsung menuju ke terminal penumpang sehingga akses penumpang akan menjadi lebih mudah.  Kereta dari Yogyakarta yang menuju ke bandara baru ini nantinya akan mengalami pengalihan jalur melalui Stasiun kedundang ke arah selatan menuju terminal penumpang di dalam bandara.

Jalur ini nantinya akan memotong jalan lintas Yogyakarta – Purworejo. Pada tahap awal jalur lintasan yang dibuat hanya satu. Namun ke depan akan ditambah lagi jalur ke barat hingga stasiun Wojo di Purworejo. Jalur perhubungan antar kota nantinya akan dihubungkan dengan jalan utama sehingga  modal transportasi masyarakat menjadi lebih beragam.

Jalur Perhubungan Antar Kota

Terkait lokasinya yang berdekatan dengan tepi laut Selatan Jawa, Angakasa Pura I sebagi pihak pemarkasa pembangunan bandara ini telah menyiapkan seumlah fasilitas untuk menunjang pencegahan bencana di bandara tersebut. Pihak Angkasa Pura I telah memperhitungkan segala resiko kemungkinan bencana yang mungkin akan terjadi. Pihaknya telah melakukan konsultasi dengan pakar dan ahli terkait untuk membuat simulasi bencana di bandara baru tersebut.

Landas pacu pesawat dibuat setinggi 4 meter diatas permukaan laut dengan jarak 400 meter dari bibir pantai. Gedung terminal dirancang untuk mampu bertahan terhadap terjangan gelombang laut hingga setinggi 4 meter dan gempa hingga kekuatan 8 Skala Ritcher. Gedung terminal dibangun lebih jauh dari bibir pantai dengan konsep green building yang tahan gempa dan tsunami. Serta prosedu penyelamatan penumpang yang telah dipersiapkan secara matang.


Gedung Terminal Bandara Kulonprogo

Gedung terminal dibangun dengan dua lantai dimana lantai dua memiliki ketinggian 6 meter diatas lantai satu. Digunakan sebagai tempat evakuasi sementara bagi penumpang dan para awak bandara. Gedung terminal dilengkapi dengan kontruksi secrifice column dan gedung crisis yang bangunanya terletak area landside (sisi darat) terminal. Secrifce column  nantinya  mejadi pelindung gedung terminal  ketika terjadi bencana tsunami. Secrifice column mapu membantu menghadang terjangan gelombang air laut sebelum mencapai gedung terminal. 

Gedung  crisis memiliki fungsi sama yaitu sebagai tempat evakuasi sementara. Gedung ini nantinya sebagai tempat evakuasi terhadap orang-oorang yang ada didalam bandara dan juga warga sekitar  bandara. Luas bangunan mencapai 4.000 meter persegi diperkirakan mampu menampung 1000 orang. Bandara ini dilengkapi dengan alarm bencana baik gempa atau tsunami. Ketika alarm waspada tsunami berbunyi, pintu-pintu disamping gedung akan terbuka sehingga masyarakat bisa langsung menyelamatkan diri.


Landasan Pacu Bandara Kulonprogo

Posisi landasan pacu pesawat akan dibuat menyerong dari garis pantai. Hal ini untuk menghindari crosswind (angin samping) dari laut yang memebahayakan ketika pesawat akan take-off (lepas landas)  atau lading (mendarat).  Dengan posisi menyerong pesawat bisa dengan mudah melakukan take-off atau landing karena posisi pesawat sesuai arah headwind (angin dari depan).

Pembangunan bandara baru ini menelan biaya sebesar 10,9 triliun rupiah dengan rinican pembebasan lahan Rp 4,2 triliun rupiah dan kontruksi sebesar Rp6,7 triliun rupiah. PT Angkasa Pura I akan mengeluarkan dana sebanyak 30 % dari total biaya yakni sebesar Rp 6,7 triliun dan 70% lainya berasal dari mitra pembangunan diantaranya PT. Pembangunan Perumahan (PT PP) dan PT Bank Mandiri Tbk. Dalam proses pembangunan bandara baru ini pemerintah  menggunakan sistem Public Private Partnership, yakni kerjasama antara pemerintah dengan swasta. Dengan sistem kerjasama tersebut pemerintah berharap pembiayaan infrastruktur dapat mencapai target dengan tepat.


Kepemilikan Lahan

Dari total seluruh area tanah yang akan dibangun bandara baru ini 40% bagiannya adalah milik keluarga keraton. Hal tersebut dapat dikompromikan langsung oleh pemerintah atau pihak korporasi untuk mendapatkan ijin pihak keraton. Sedangkan 60% bagian lainya merupakan tanah milik warga yang sebagian besar merupakan tanah produktif warga,  baik sebagai lahan pertanian maupun lahan hunian yang di tinggali oleh  sekitar 500 keluarga. Dalam hal ini pihak PT. Angkasa Pura I telah mengeluarkan dana sebesar 900 milyar untuk mendapat ijin pembebasan lahan.

Pembebasan lahan untuk lokasi pembanguanan bandara baru ini menggunakan sistem konsinyasi. Pemilik tanah akan diberikam ganti dengan cara melalui pengadilan pada proses pengadaan lahan yang juga didukung oleh pemerintah. Pembebasan tanah ini juga melibatkan pembebebasan tanah terhadap Paku Alam Griund yang nantinya ditujukan sebagai wilayah pembangunan rumah baru bagi warga yang terdampak pembangungan bandara.

Demikian pemaparan tentang Bandara Kulonpropo, segera update perkembangan terbaru Bandara Kulonprogo.


Jika anda membutuhkan orgnizer untuk mengurus perjalanan anda, anda dapat memilih Naraya Trip Planner. 
Silahkan anda hubungi tim Naraya Trip Planner.  
Admin: 085700474743 (WIDI)
Pantau terus info lainnya di narayatrip.com
IG @naraya_trip_com





No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.