Latest News

The Poenix Hotel Yogyakarta Bagian dari Tempat Wisata di Yogyakarta


The Poenix Hotel Yogyakarta

Narayatrip.com--The Poenix Hotel Yogyakarta merupakan salah satu bangunan bersejarah di Yogyakarta yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Indonesia. Hotel bersejarah peninggalan jaman kolonial Belanda ini termasuk ke dalam group Accorhotels dengan merek MGallery by Sofitel. The Poenix Hotel Yogyakarta, termasuk hotel berbintang lima di Yogyakarta.


Hotel dengan bangunan bersejarah di Yogyakarta ini dibangun tahun 1918 dan direnovasi tahun 2009. Letak hotel ini sangat strategis dengan beberapa tempat wisata di Yogyakarta seperti Tugu Yogyakarta, tempat belanja di Yogyakarta Malioboro, Malioboro Mall, Jalan Maliboro, Pasar Beringharjo, Museum Sonobudoyo, alun-alun kota Yogyakarta, dan masih banyak lagi yang lainnya.
The Poenix Hotel Yogyakarta dapat dijangkau dari Bandara Internasional Adhi Sucipto dalam waktu hanya 20 menit dengan mobil. Hotel ini juga mudah dijangkau dari Stasiun Tugu Yogyakarta, kurang lebih hanya 5 menit dari Stasiun Tugu Yogyakarta.

The Poenix Hotel Yogyakarta


Fasilitas The Phoenix Hotel Yogyakarta
·         Spa area
·         Fitness area
·         Swimming pool
·         Sauna area
·         Breakfast

Jumlah Kamar
144 kamar, terbagi dalam:
·         Suit room
·         Excecutive room
·         Deluxe pool room
·         Deluxe room

Harga kamar per malam
·         Mulai dari Rp1,6 juta


Sejarah The Phoenix Hotel Yogyakarta
·        1918
Bangunan asli The Phoenix Hotel Yogyakarta mulai dari pintu masuk, sampai koridor dekat Cendrawasih Meeting Room. Bangunan asli sekarang difungsikan sebagai loby hotel dan yang dulunya menjadi kamar hotel tempat Soekarno—Presiden RI pertama Indonesia pernah menginap kini menjadi kantor General Manajer. Dahulu bangunan asli hotel merupakan rumah kediaman seorang saudagar asal Semarang bernama Kwik Djoen Eng.

The Poenix Hotel Yogyakarta


·         1930
Sempat terjadi resesi di tahun 1930, yang mengakibatkan Kwik Djoen Eng menjual rumahnya kepada seorang saudagar bernama Liem Djoen Hwat. Kemudian, oleh Liem Djoen Hwat bangunan rumah tersebut disewakan kepada businessman Belanda bernama D.N.E Franckle. Bangunan tersebut kemudian diberi nama “The Splendid Hotel.”

·         1942
Di tahun 1942, saat pendudukan Jepang, Belanda terdesak dan membuat Jepang juga dapat menguasai bangunan hotel ini. Pada masa pendudukan Jepang, hotel ini diganti nama menjadi “Yamato Hotel”.

·         1945
Di tahun 1945, ketika Jepang mulai meninggalkan Indonesia, hotel ini dikembalikan kepada pemiliknya Liem Djoen Hawt sebagai pemilik sah atas bangunan tersebut.

·         1946-1949
Setelah kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, pada tahun 1946-1949 Yogyakarta menjadi ibu kota negara Indonesia dan pada masa itu bangunan ini digunakan menjadi kediaman resmi konsulat China.

·         1951
Di tahun 1951, bangunan yang telah berusia 100 tahun di tahun 2018 ini disewa oleh Direktorat Perhotelan Negara dan Pariwisata (Manajemen Natour) dan digunakan sebagai hotel dengan nama ‘Hotel Merdeka’ yang berarti kebebasan.


The Poenix Hotel Yogyakarta

·         1988
Di tahun 1988, Sulaeman yang merupakan cucu dari Liem Djoen Hwatt mengambil alih kepemilikan hotel dari Manajemen Natour dan memutuskan untuk mengelola sendiri hotel. Bangunan hotel yang ketika itu baru berusia 70 tahun kemudian direnovasi dan dipugar kembali ke bentuk aslinya. Dia juga menambahkan bangunan baru di baguan utara dan timur.

·         1993
Di tahun 1993, hotel beroperasi pertama kali dengan pengelolaan oleh keluarga Sulaeman, tepatnya mulai tanggal 18 Maret 1993, hotel ini resmi beroperasi dengan jumlah 66 kamar. Dan hotel ini resmi diluncurkan dengan nama “Phoenix Heritage Hotel”.

·         1996
Pada tahun 1996, bangunan asli dari hotel Phoenix dideklarasikan sebagai bagian dari cagar budaya dan menjadi contoh terbaik sebagai 19th Century Indische Architecture, dengan perpaduan arstistik arsitektur Eropa dengan elemen China dan Jawa. Di samping itu juga mendapatkan hadiah penghargaan dari Yogyakarta Heritage Society karena konsistensinya dalam menjaga bangunan berarsitektur kuno.

·         2003
Melompat ke era 2000-an, pada tahun 2003 setelah Phoenix Hotel Heritage beroperasi selama 10 tahun, kepemilikan hotel berganti. Kepemilikan hotel menjadi milik Imelda Sundoro Hosea, seorang pengusaha asal Solo. Dia membeli hotel ini dengan komitmen untuk terus menjaganya sebagai warisan budaya. Dia memiliki visi menjadikan hotel sebagai hotel bintang 5, dan akhirnya memilih jaringan hotel internasional, Accor. Setelah itu dilakukan renovasi besar-besaran. Selama renovasi berlangsung hotel sempat berhenti beroperasi selama setahun untuk menyelesaikan seluruh renovasi agar dapat sesuai dengan standar hotel internasional dari Accor Hotels International.

·         2004
Di tahun 2004, hotel kembali beroperasi dan menjadi “Grand Mercure Yogyakarta” sebuah hotel butik bintang 5, dan resmi beroperasi dengan 144 buah kamar.

·         2009
Di tahun 2009, hotel melakukan rebranding dan masih berada di bawah bendera Accor Hotels, nama hotel ini kemudian diganti menjadi The Phoenix Hotel Yogyakarta a member of MGallery Collection.
 
·         2016
Nama hotel bertahan hingga akhirnya Accor Hotels mengubahnya MGallery Collection menjadi Mgallery by Sofitel hingga saat ini.

·         2018
Tahun 2018 menjadi momentum peringatan untuk usia bangunan asli dari The Poenix Hotel yang sudah mencapai usia 100 tahun. Sesuai namanya, “Phoenix” yang berarti kabadian, maka begitu pula harapan untuk hotel Phoenix agar selalu Berjaya sampai kapanpun.



No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.