Latest News

Melipat Agustus Bicara Kenakalan Remaja, Pornografi, dan Pendidikan


Melipat Agustus


Judul Buku          : Melipat Agustus
Jenis Buku           : Novel
Penulis                 : Muhammad Qadhafi
Penerbit              : Agustus 2017
Tebal Halaman  : 214 halaman

Melipat Agustus merupakan sebuah novel yang memiliki tokoh utama seorang bernama Agus. Tokoh utama ini menghidupkan cerita dengan kebiasaan-kebisaan sehari-harinya yang dalam realita masyarakat kita akan disebut ‘nakal’.


Sosok Agus dalam novel karya Muhammad Qadhafi dideskripsikan secara lugas sebagai representasi perilaku remaja yang penasaran di usianya. Agus, dalam imaji karya penulis yang akrab disapa Dhafi ini menggemari film porno, bacaan porno, serta penarasan dengan berbagai pengetahuan mengenai seks.

Dalam imaji karya Dhafi, Agus tidak mudah puas hanya dengan satu atau dua kali pengalaman ketika membicarakan film porno dan hal-hal lain berbau seks yang dianggap tabu di kalangan masyarakat sekitar untuk dibicarakan secara gamblang. Dalam buku ini sosok Agus tidak mewakili sifat baik atau buruk anak-anak seusianya, ia menjadi salah satu representasi saja dari tindakan remaja di usianya yang ingin memenuhi rasa penasarannya.

Pergaulan Remaja
Noval Melipat Agustus menyinggung pergaulan remaja yang seringkali bebas dengan caranya sendiri. Agus digerakkan oleh rasa penasaran bergabung dengan pergaulan yang membuatnya mengenal seks, film porno, dan bacaan-bacaan porno lainnya yang bagi anak-anak seusianya tidak boleh disentuh karean melanggar norma sosial.

Agus pada awal cerita dideskripsikan sebagai sosok remaja yang polos, namun seiring pertumbuhan pubertasnya, Agus mulai bertanya-tanya soal seks dan ia bertemu dengan teman-teman yang memiliki rasa penasaran yang sama dengan dunia seks.

Hal positif dari pergaulan yang diambil oleh Agus ialah perilaku mereka tidak melanggar hukum dengan memaksa perempuan untuk melakukan hubungan seks diluar kemauan mereka. Ada emansipasi dan hak-hak perempuan yang disinggung cukup tegas di dalam novel ini.

Ekspresi yang diperlihatkan Agus dan teman-temannya tersebut merupakan secuil realitas yang coba diangkat oleh penulis untuk menunjukkan rasa penasaran seharusnya dijawab sampai tuntas agar tidak menyebabkan pelanggaran hukum dikemudian hari.

Aspek Sosial dan Seksualitas Dunia Remaja
Novel yang masuk ke dalam kategori 18+ ini menjiwakan aspek sosial sebagai latar belakang persoalan yang dihadapi Agus di kehidupan sehari-harinya. Agus bukan bocah yang bisa duduk tenang ketika rasa penasaran sedang merongrong perasaannya, ia akan mencari tahu sampai terjawab. Di sisi lain, dunia pendidikan yang jadi wadahnya belajar di usia remaja dengan rasa penasaran yang sedang naik-naiknya, tidak mampu memenuhi keingintahuannya, jadilah Agus memilih pendidikan di luar sekolah sebagai jalan keluar.

Ia bertemu dengan persoalan sosial di masyarakat, memasuki dunia esek-esek yang dikemas secara untransparan. Agus menemukan dunia yang mampu menjawab rasa penasarannya mampu dikemas secara tersembunyi dan baginya kreatif karena memenuhi rentang imajinasinya.

Toleransi pembicaraan dunia yang remang-remang dalam novel ini sangat tinggi. Bagi yang tidak terbuka dengan dunia tersebut pastilah akan menyingkirkan novel ini dan menganggapnya sebagai novel yang tidak layak dibaca.

Akan tetapi, novel ini dengan jujur sudah menelanjangi realita bahwa sosok Agus ada di mana-mana. Agus dalam novel ini hanyalah cerminan dari salah satunya.

Novel ini dengan gamblang membicarakan persoalan rasa penasaran remaja pada seks dengan terbuka. Novel ini dengan tegas mengatakan seks tidak bisa tidak dibicarakan secara gamblang, karena jika tidak akan jadi berbahaya untuk generasi yang penasaran akan hal itu.

Novel ini memperlihatkan bagaimana Agus mampu mengontrol dirinya ketika ia bisa menemukan teman diskusi tentang dunia seks. Peran teman diskusi secara langsung maupun tidak langsung dalam novel ini menjadi salah satu contoh  cara menanggulangi tindakan kebablasan remaja seperti Agus dengan seks.

Kontrol Seksualitas dan Pornografi dalam Dunia Pendidikan
Kita semua sudah sering mendengar kasus pemerkosaan siswa oleh teman sekelas atau oleh guru kepada murid. Memang benar bahwa persoalan ini merupakan masalah kepribadian, namun masalah kepribadian masih mampu untuk dikontrol ketika lingkungan sosialnya memberikan kesempatan baginya untuk bicara secara terbuka dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang tepat lengkap dengan baik dan buruknya.

Novel ini membicarakan kekurangan dunia pendidikan kita yang mana malu-malu untuk memberikan kesempatan pada guru dan murid membicarakan pornografi dan seksualitas secara terbuka di dalam kelas. Dengan nada sarkas, isi novel ini memberitahukan pilihan untuk tidak membicarakan seksualitas dan pornografi bisa menjadi pilihan fatal di mana anak-anak remaja bisa menjadi brutal dengan caranya sendiri.

Memberikan pendidikan seksualitas dan pornografi sejak dini pada anak sangat penting karena bisa memberikan beberapa manfaat. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi berpendapat memiliki pendidikan seksual dan pornografi sejak dini bisa melindungi anak dari pelecehan seksual. Anak-anak menjadi ‘melek’ dengan tindakan yang mengarah kea rah kekerasan atau pelecehan seksual sehingga bisa meghindarinya.

Pendidikan seksualitas dan pornografi juga bisa menjadi pencegah anak-anak beperilaku seks bebas karena mereka telah memahami akibat-akibatnya. Kurangnya pengetahuan tentang seks bisa menyebabkan anak memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap seksualitas dan melakukannya tanpa pikir panjang juga tanpa pengaman. Dampak panjangnya, akan menimbulkan masalah sosial seperti pemerkosaan, aborsi, hamil di luar nikah, sampai pada terdampak penyakit seksual.

Novel ini memperingatkan anak remaja seperti Agus bukanlaah anak nakal yang harus dicambuk atau dipukuli ketika ketahuan mencari tahu tentang seksualitas dan meliht film porno, melainkan harus diajak untuk bicara, diskusi mendalam mengenai topik tersebut. Ketika seorang anak sudah mulai penasaran dengan dunia seksualitas artinya anak tersebut sudah mulai beranjak dewasa dan perlu untuk diberi ditanamkan pemikiran-pemikiran dewasa mengenai seksualitas, demi mencegah perbuatan yang melanggar norma sosial dan moral manusia. 




No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.