Latest News

Gudeg, Ikonik Wisata Kuliner Yogyakarta


Gudeg Yogyakarta


Narayatrip.com-Bila Anda berkunjung keYogyakarta untuk sekedar berwisata atau sekedar mengunjungi anak yang sedang kuliah di sini, jangan lewatkan untuk mencicipi dua jenis gudeg di Yogyakarta. Di kota pelajar, kota budaya, dan kini juga terkenal pula sebagai kota tujuan wisata budaya dan alam, Yogyakarta memiliki dua jenis gudeg, yakni gudeg kering dan gudeg basah.

Gudeg kering disaikan dengan areh kental dan sambal krecek yang dimasak kering, sedangkan gudeg basah disajikan dengan kuah dan sambal krecek yang mengandung sedikit kuah.

Gudeg yang terkenal dan menjadi ikon wisata kuliner Yogyakarta bisa dicicipi di Gudeg Bu Tjitro, Gudeg Yu Djum, Gudeg Bu Lies, Gudeg Yu Narni dan Gudeg Bu Amad Barek. Gudeg di warung-warung tersebut sudah terkenal sampai ke luar negeri.

Gudeg Yogyakarta

Gudeg yang paling legendaris ialah Gudeg Yu Djum, bernama asli Djuhariah, merintis usaha gudeg sejak tahun 1950-an. Lokasi penjualannya di daerah Karangasem, dekat dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), sampai sekarang gerai tersebut selalu ramai pengunjung.

Sejarah Gudeg di Yogyakarta

Murdijati Gardjito, seorang profesor sekaligus peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PMKT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM kepada KompasTravel, pada Rabu (16 November 2016) mengatakan kuliner gudeg sebenarnya sudah ada sejak jaman Kerajaan. Ia memaparkan, sekitar abad ke-16. Para prajurit Kerajaan Mataram membongkar hutan belantara untuk membangun peradaban yang kini terletak di kawasan Kotagede. Di hutan tersebut ditemukan pohon nangka, para prajurit yang berjumlah ratusan itu kemudian berusaha memasak nangka dengan kelapa.

Untuk menyesuaikan dengan jumlah prajurit yang sangat banyak, maka proses masaknya memanfaatkan wadah serupa ember besar. Waktu itu wadah masih terbuat dari logam. Pengaduknya berupa kayu.

Penulis buku berjudul 'Gudeg, Sejarah dan Riwayatnya' itu meriwayatkan proses memasak gudeg ini menciptakan istilah gudeg yang sampai sekarang dijadikan nama makanan khas tersebut. proses yang terjadi selama memasak gudeg pada masa itu disebut hangudek. Dari sanalah ditemukan nama gudeg.
Sejak saat itu, gudeg menjadi makanan sehari-hari dna kini justru menjadi ikon wisata kuliner Yogyakarta.

Komoditas Ekonomi

Gudeg kini menjadi komoditi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi pengusahanya di Yogyakarta. Tak hanya pengusaha bermodal besar, tetapi mereka yang juga berasal dari kalangan menengah ke bawah. Bahkan kini, sejak Yogyakarta juga terbuka sebagai kawasan wisata, gudeg menjadi salah satu komoditi yang dipromosikan sampai ke luar negeri.

Salah satu outlet gudeg di Jalan Wijilan, sebagia buktinya. Outlet usaha yang sudah berdiri sejak tahun 1970-an itu menjadi sentra gudeg. Di sana, Anda akan dengan mudah melihat para penjual gudeg. Mereka menjual gudeg satu porsi dengan harga yang kompetitif satu sama lain. Seporsi gudeg cocok dinikmati saat sarapan, makan siang, hingga makan malam.

Sekarang ini, Anda akan menjumpai gudeg dalam berbagai macam variasi rasa. Rasa-rasa yang beraneka ragam ini ditawarkan oleh pengusaha gudeg untuk menyemarakkan selera masyarakat.


No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.