Latest News

Warren Edward Buffett, Investor Tersukses di Dunia


WARREN BUFFET
Warren Buffet

Narayatrip.com-Warren Edward Buffett atau lebih populer dengan sebutan Warren Buffett ialah seorang yang bisa dibilang multitalenta. Ia merupakan seorang komisaris, direktur utama, dan sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway.

Buffett lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat yang diakui sebagai investor tersukses di dunia. Kemampuanya dalam menggunakan metode investasi value investing membuatnya dijuluki sebagai "Wizard of Omaha" atau "Oracle of Omaha" yang artinya Peramal dari Omaha.

Meskipun memiliki kekayaan yang begitu besar, Buffett tetap menjadi seorang philanthropist. Ia mendedikasikan sebagian hidunya untuk menyumbangkan kekayaannya, sebesar 99 persen untuk keperluan philantropic.

Buffett memperlihatkan rasa tertariknya pada bisnis dan investasi sejak ia masih muda. Salah satu bisnis yang menjadi pengalaman pertamanya terjun ke dunia bisnis dan investasi ialah menjual permen karet.

Kemudian ia juga coba-coba menjual Coca Cola dan majalah mingguan dari pintu ke pintu. Sikap gigihnya ditunjukkannya semakin keras ketika masih duduk di bangku SMA, ia pun mengantar koran, menjual bola golf, perangko, menyemir mobil, dan lain-lain demi mendapatkan uang.

Pada saat masih sekolah, Buffet sering mengunjungi kantor pialang saham regional dekat kantor pialang saham ayahnya. Buffet lalu tertarik pada pasar saham dan investasi. Ketika ia masih berumur 10 tahun, ia bahkan pernah Buffett mengunjungi Bursa Saham New York.
warren buffet
Ketika orang lain melihat Buffet bekerja keras dengan berjualan, di bali semua itu sebetulnya pada umur 11 tahun Buffet kemabali membeli saham. Ia membeli 3 lembar saham preferen Perusahaan Utilitas Cities Service.

Ia juga membeli 3 lembar untuk kakaknya Doris Buffet. Dari saham yang dimilikinya, pada usia 15 tahun, Warren mendapatkan lebih dari 175 US $ per bulan.

Keberhasilannya bermain di bursa saham membuatnya mampu membeli 16 Hektar lahan pertanian, yang kemudian dia sewakan pada petani. Selanjutnya, saat Buffett kuliah, dia telah berhasil mengumpulkan lebih dari US $90.000. 


Rahasia Tangan Dingin Buffet

Buffet dikenal bertangan dingin dalam menggarap manajemen sebuah perusahaan. Pernah, sebuah perusahaan yang hampir bangkrut berubah menjadi perusahaan yang menarik banyak investor di bawah kepemimpinannya.

Tidak heran jika kini harga saham Berkshire Hathaway terus meroket di pasar modal. Harga saham Berkshire Hathaway medio Juli 2007–Januari 2008 melejit hingga 35 persen. Pada Desember 2011, harga sahamnya berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa, menjadi US$ 150.000 per lembar.

Rahasia tangan dinginnya ialah Buffet menyadari bahwa permainan jangka pendek tidak menguntungkan. Hal ini sudah ia pelajari sejak menjadi pedagang di kala masih belia.

Di kala ia berusia 11 tahun ia pernah menjual saham dan melihat bahwa harga saham yang dijualnya itu meroket semakin tinggi. Sejak saat itu, ia berkesimpulan tidak perlu terburu-buru melepas saham di bursa saham.

Ia pun membentuk strategi bisnis dengan cara mempelajari investasi jangka panjang. Ia mulai dengan mempelajari saham-saham perusahaan yang produknya ia kenal dengan baik.

Itulah alasan kenapa Buffet tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom. Sikapnya sempat dipertanyakan kenapa tidak ingin membeli saham dari dua perusahaan terkenal di AS.

Rupanya, ia sudah membuat spekulasi bahwa sebagian besar investasi di dotcom hangus. Berkat keputusannya pribadi, iaselamat dari badai dotcom awal tahun 2.000-an.

Investasi jangka panjang ala Buffett ialah tidak pernah beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Sebagai contoh, meskipun saham coca-cola sempat jatuh pada periode waktu 1998-1999, Buffet tetap berpegang teguh pada tren jangka panjang.

Buffet mempertahankan coca-cola, sampai kini produk tersebut tetap populer di bisnis makanan dan minuman. Salah satu langkah besarnya yang lain ialah mengakuisisi perusahaan manufaktur dan jasa Momon Holding sebesar US$ 4,5 miliar.

Kerajaan Bisnis Warren Buffet

Sejak kecil Buffet bermimpi menjadi seorang jutawan di usia 35 tahun. Demi mencapai impiannya itulah ia bekerja keras dan aktif dalam berbisnis dan berinvestasi sejak masih belia.
Warren Buffet
Berbekal impi tentang badan firma, pada tahun 1956, Buffett membangun sebuah badan firma bernama Buffett Partnership.Ltd di kampung halaman, Omaha. Dengan kerja keras dan penguasaannya terhadap ilmu tentang badan firma, Buffet berhasil membawa perusahaannya menjadi unggul.

Dari sinilah bermula kerajaan bisnis Warren Buffet yang diincar banyak orang. Selain mendirikan Buffett Partnership, Buffet mulai bergerak melakukan investasi ke perusahaan lain.

Langkah yang terbilang berani ini memberikan pengaruh besar pada bisnisya. Hingga kemudian, ia mengakuisisi pialang saham Berkshire Hathaway pada tahun 1964.

Buffet juga membeli berbagai aset dari perusahaan lain, seperti di bidang media (The Washington Post), asuransi (GEICO) dan minyak (Exxon). Buffett juga berinvestasi pada American Express Co. (AXP), Costco Wholesale Corp. (COST), DirectTV (DTV), General Electric Co. (GE), General Motors Co. (GM), Coca-Cola Co. (KO), International Business Machines Corp. (IBM), Wal-Mart Stores Inc. (WMT), Proctor & Gamble Co. (PG) dan Wells Fargo & Co. (WFC).

Dikarenakan hal itulah, Buffet dikatakan sebagai seorang investor Jack-of-all-trades atau orang yang serba bisa dan serba tahu. Buffett pun menjadi direktur dari masing-masing perusahaan tersebut dari tahun 1989 hingga 2006.

Pada periode tahun yang sama, dia juga menjabat sebagai direktur di Citigroup Global Markets Holdings, Graham Holdings Company dan The Gillette Company.

Pada Februari 2013, Buffet membeli H. J. Heinz dan 3G Capital senilai $28 billion. Selain itu, Berkshire Hathaway menambahkan investasinya di perusahaan baterai Duracell dan Kraft Foods Group.

Buffet juga melakukan merger dengan Heinz di tahun 2015. Langkah penggabungan ini mengubah Berkshire Hathaway menjadi perusahaan makanan dan minuman terbesar ketiga di Amerika Utara.

Kegiatan Amal
Buffett mendonasikan kurang lebih 85 persen kekayaannya untuk amal kepada the Bill and Melinda Gates Foundation. Di tahun 2014, yayasan menerima hingga 185 juta saham dari Berkshire Hathaway dengan nilai pasar saat itu adalah US$28.3 billion.

Donasi Warren menjadi sumbangan amal terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat. Meskipun begitu, Buffet rupanya memilih hidup sederhana.

Buffet terlihat memiliki banyak kekayaan, namun rupanya ia tidak membeli rumah dengan tampilan glamour. Ia memilih rumah sederhana, sekaligus juga bergaya hidup sederhana.

Buffet juga berjanji akan mendonasikan hingga 99 persen sahamnya di Berkshire Hathaway stock.


No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.