Latest News

Rahasia Sukses Bacpackeran dari Segi Pendanaan

jalan-jalan ke gunung. pict. via pixabay.com

Narayatrip.com-Anda mungkin pernah berpikir bahwa travelling atau berwisata bisa dilakukan tanpa perencanaan, bahkan seorang backpacker, melakukan perjalana tanpa perencanaan.
Itu salah besar! Tidak seorang pun keluar rumah, mengunjungi beberapa tempat, apalagi cukup jauh tanpa perencanaan. 

Senekat-nekatnya orang, dia pasti melakukan persiapan kecil, minimal ia tahu bagaimana cara mengamankan keuangannya, ia juga tahu bagaimana caranya memanfaatkan transportasi umum. Ia juga tahu di mana bisa makan enak tapi murah untuk menghemat pengeluaran. 

Intinya mereka tidak keluar rumah dengan tanpa pengetahuan. Mereka memiliki pengetahuan dasar untuk membuat perjalanannya aman dan nyaman, sehingga ia mendapatkan feedback yang cukup. Sampai akhirnya, mereka mendapatkan manfaat balik dari perjalanannya. 

naik gunung. pict. via pixabay.com

Dari segi pendanaan, seorang backpacker akan sukses melaksanakan perencanaannya ketika ia memiliki dana untuk melakukan perjalanan. Artinya, ia memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, sehingga ia bisa memastikan pendanaannya tidak akan kurang sampai ia kembali dari backpackeran.
Ia memiliki dana tetap untuk kehidupan sehari-hari dan juga jalan-jalan. Akan sulit jika masih mengandalkan keuangan dari orang tua bagi seseorang yang ingin backpackeran. 

Seorang traveler atau pun backpacker tetap akan mencatat detail keperluannya, selama sebulan dan juga dalam perjalanan. Terkait dengan perjalanan, dia memiliki rencana khusus di antara perencanaan sebulannya, bisa disebut dengan Spending plan bila diartikan adalah rencana belanja.

Ia akan teliti membelanjakan uangnya dalam perjalanan. Ia akan memprediksi kebutuhan apa saja yang kira-kira bisa berjangka panjang sampai barang-barang yang akan habis dalam jangka pendek. Kemampuan prediksi ini erat kaitannya dengan persediaan barangnya di perjalanan. 

Backpacker akan mendata hal-hal yang pokok terlebih dahulu, selanjutnya hal-hal secunder yang perlu dibawa dalam perjalanan. Traveler atau backpacker akan jarang memikirkan barang yang akan sering dipakai, melainkan akan lebih memilih memasukkan barang yang akan dibutuhkan diperjalanan. 

Ini adalah dua hal yang berbeda, barang yang sering dipakai dikehidupan sehari-hari belum tentu akan dimanfaatkan ketika di perjalanan. Sementara dalam perjalanan, sering ada kejadian di luar dugaan. 

Oleh karenanya, seorang backpacker atau traveler sudah harus mempersiapkan diri untuk hal-hal di luar dugaan itu, seperti sedia payung sebelum hujan. Backpacker akan memilih membawa jaket tebal yang bisa menjaganya dari cuaca dingin daripada membawa jaket fashionable yang biasa dipakainya untuk hangout bersama teman-teman. 

puncak. pict via pixabay.com
Dengan demikian, pengeluaran seorang backpacker untuk perjalanan lebih ditujukan kepada barang-barang penting yang akan berguna diperjalannya, bukan yang akan berguna untuk menarik perhatian. Backpacker akan memikirkan kebutuhan pribadi, bukan yang dipikirkan orang lain. 

Backpacker juga akan memilih berlibur ke tempat berkesan bukan sekedar populer. Harga tiket semakin naik, backpacker akan memikirkan keuntungan berada di objek wisata tersebut daripada mementingkan eksistensi diri bisa berada di obyek wisata yang populer atau menjadi bagian dari popularitas itu. 

Backpacker tidak banyak berfikir tentang popularitas, ia lebih mementingkan efektifitas dari aktifitas jalan-jalannya. Karenanya, tidak sedikti backpacker yang terlihat jalan-jalan di tengah kota, di antara gedung-gedung, melihat aktifitas pasar, alun-alun, gunung, perbukitan, sawah, dan lain sebagainya, daripada berada di tempat wisata populer. 

Dari segi pendanaan mengunjungi tempat-tempat yang bukan tempat wisata justru lebih menguntungkan, karena tidak perlu membayar tiket masuk. Selain itu, juga lebih mudah dan lebih murah dalam mendapatkan makanan. 

Backpacker akan menghindari hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Ia akan merasa sayang membuang hal-hal berharga untuk sesuatu yang sia-sia. Dengan demikian, dalam perencanaan perjalanan backpacker akan memikirkan tujuan, waktu keberangkatan, dan lama perjalanan. 

Satu hal yang mungkin sulit untuk dilakukan ialah menyamakan keinginan jalan-jalan dengan jam kerja kantor kita. Bagi kita yang bekerja di bawah control jam kantor atau sebagai karyawan, tidak cukup bebas untuk mendapatkan waktu berlibur. 

Bagaimana cara agas sukses backpackeran tapi tidak terikat jam kantor? 

Ada beberapa orang yang membuat keputusan ekstrim, yakni dengan keluar dari perkerjaan tetapnya, ia mencari penghasilan tetap dengan cara menjadi freelance. 

Trend jaman sekarang, sudah banyak freelancer yang mengambil keuntungan dari ranah internet. Bisnis internet atau startup berkembang sangat pensat. Dengan memiliki keahlian khusus, siapa saja bisa menjadi freelancer di dunia internet, misalnya menjadi penulis, desainer, fotografer, dan lain-lain. 

Soal pendapatan jangan ditanya, karena menjadi freelancer berarti berani berkompetisi dengan freelancer lain di dunia internet. Freelancer tidak akan berhenti berhubungan dengan para ahli, dan ia akan selalu melakukan riset dengan benar untuk memastikan kliennya puas. 

Prinsip ini sama halnya dengan menjadi seorang backpacker sukses, ia bisa berada di berbagai tempat karena ia memiliki bekal berupa pengetahuan dan dana yang mencukupi. Sebagai freelancer maupun backpacker, ia akan secara proaktif melakukan hubungan yang baik dengan orang-orang baik itu klien ata bukan. Ia menciptakan peluang untuk bertahan. 



No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.