Latest News

Kompleks Pemandian Bersejarah Raja Mataram Kini Dihuni oleh Ikan



Kompleks makam raja-raja mataram
Kompleks raja-raja Mataram, Kotagede. narayatrip.com/Mutaya


Narayatrip.com-Hari itu, cuaca cerah, namun sinar matahari cenderung terik, jadi meskipun cuaca sedang cerah, panasnya terasa tidak nyaman di tubuh. Walaupun demikian, saya dan teman saya tetap jalan-jalan ke sebuah destinasi wisata yang kami rencanakan sejak lama, yaitu Komplek Makam Raja-raja Mataram di Kotagede. 

Kompleks itu kini dikelilingi oleh rumah penduduk, sehingga agak tidak mudah untuk menemukannya bagi yang pertama kali ke sana. Lokasinya juga tidak terlihat jelas dari jalanan, tapi kami bisa menemukannya ketika melewati pasar Kotagede.

Saat kami sampai di sekitar pasar, kurang lebih pukul 10.45 Wib, terlihat suasana pasar masih ramai. Di pagi hari pasti jauh lebih ramai lagi. 

Ketika sampai di pasar itu, saya lupa dengan jalan menuju makam raja-raja. Saya menyuruh teman saya menjalankan motornya pelan-pelan. Kemudian, tanpa saya sadari saat saya menoleh ke sisi kiri, saya menemukan pintu itu, pintu masuk menuju makam raja-raja. Saya pun menyuruh teman saya mencari tempat parkir.

Setelah menemukan tempat parkir, kami pun berjalan ke pintu masuk. Pintu yang terbuat dari kayu itu terlihat masih kokoh, warnanya cokelat yang memutih. Kemungkinan warna aslinya adalah cokelat tua, namun karena di makan oleh usia, warna pintu itu pun berubah. Saya menduga pintu itu terbuat dari kayu jati. Daun pintu itu terlihat diukir dengan kecermatan tertentu. Sisi kanan dan kiri ukiran yang didominasi oleh bentuk sulur-sulut tumbuhan dan bunga itu terlihat sama satu sama lain. ini membuktikan pembuatnya memiliki kecermatan dan kesabaran yang tinggi untuk membuatnya menjadi seindah itu. 
kompleks raja mataram credit mutaya
Let's go in! and see what we can see. narayatrip.com/Mutaya

Saya belum mengetahui arti ukiran-ukiran itu, dalam hati berharap suatu saat saya akan membaca arsip mengenai pembuat pintu, ukiran, dan siapa saja yang memasangnya di sana. 

Kami masuk pelan-pelan sehabis puas memperhatikan pintu ‘selamat datang’ itu. Langkah kami disambut oleh masjid gede mataram. Bangunan masjid itu dicat dengan warna hijau, putih, dan sedikit warna emas. Kombinasi itu menampakkan sisi karisma yang mengundang perasaan untuk mampir, duduk berlama-lama untuk merasakan kesejukannya. Ornamennya yang terpengaruh oleh artistic Belanda tak mengurangi kewibawaannnya. Pepohonan yang tumbuh di depannya juga seakan melengkapi peranannya sebagai ‘peneduh’ pejalan jauh alias pelancong. 

Saya dan teman saya pun meliat pintu gerbang ‘selamat datang’ kedua. Kami berjalan pelan-pelan ke sana. memasuki area kompleks makam raja-raja Kotagede tidak perlu membayar tiket. Area ini terbuka untuk umum. Namun, ada syarat khusus yang harus dipatuhi bila ingin masuk ke dalam makam untuk berziarah. Jadi, untuk Anda para wisatawan, batasan Anda melihat sekeliling ialah sampai di sendang yakni tempat pemandian untuk wanita dan laki-laki yang dipisahkan oleh tembok.
Yup, memasuki pintu gerbang ‘selamat datang’ kedua bukan berarti akan membuatmu langsung bisa melihat kompleks pemandian dan makam. Kamu masih harus melewati satu lagi pintu gerbang. Kedua pintu gerbang itu juga dibuat dengan kayu khusus, diukir secara khusus, dan didirikan dengan teknik bangunan tertentu di kompleks makam tersebut. Terlihat dinding-dindingnya masih sangat kuat, warna cokelatnya hampir sama dengan warna tanah di sekelilingnya. 
kompleks raja mataram
Seni Arsitekturnya sangat menarik. narayatrip.com/Mutaya

Kalau kamu datang ke sana, jangan lewatkan untuk mengamati ukiran yang ada di dinding-dinding, kamu akan melihat ukiran bunga-bunga dan tanaman-tanaman tertentu di tempel di dinding itu.
Kalau di luar area makam terasa panas, begitu masuk ke area ini terasa sejuk, sebab ada pohon-pohon tinggi dan rindang yang tumbuh di antaranya. 

Memasuki pintu gerbang ke dua dari pintu masuk, kami melihat ada empat bangunan joglo. Dua bangunan besar, di depan dipergunakan oleh abdi dalem. Satu untuk tempat pengunjung mendaftarkan keperluannya yang ingin berziarah dan satu joglo lagi sebagai tempat menyimpang perlengkapan berziarah. Sementara dua joglo yang berukuran lebih kecil, nampak sebagai tempat ‘menunggu’ memasuki pintu gerbang makam. Nah, pintu itu akan dibuka oleh abdi dalem hanya untuk peziarah makam. 

Ada aturan yang harus kamu patuhi jika melaksanakan ziarah, antara lain kamu harus memakai pakaian adat, sesuai dengan jenis kelamin. Kedua, kamu tidak dijinkan mengambil apapun yang ada di dalam makam. Ketiga, tidak boleh mengambil gambar atau foto menggunakan kamera digital dan semacamnya. Intinya kamu memasuki area makam dalam keadaan ‘kosong’ dan keluar juga dalam keadaan ‘kosong’. Sebab makam adalah tempat mu untuk menghormati leluhur, berziarah yang artinya mengirim doa kepada mereka, sebagai tanda bahwa kita tak pernah melupakan peranan pendahulu kita dalam membangun negara. 

Berikutnya, kalau kamu berkunjung ke Sendang Seliran, yakni tempat pemandian. Di sana, kamu akan melihat Sendang yang terbagi dua, Sendang Putri untuk wanita dan Sendang Kakung untuk laki-laki keluarga kerajaan, kamu akan melihat kompleks itu juga cukup luas. Pemandian wanita dan laki-laki dipisah oleh sebuah tembok. Pemandian wanita letaknya di sisi selatan, dari pintu masuk menuju pemandian, Untuk menuju Sendang Seliran, kamu harus menuruni anak tangga kemudian berjalan lurus menuju kompleks pemandian. Di sana sudah ada papan penunjuknya.  
 
kompleks makam raja-raja mataram
Kompleks Sendang Seliran, kolam pemandian Putri dan Kakung di kompleks makam raja-raja Mataram, Kotagede. narayatrip.com/Mutaya
Kalau kamu ingin meihat kolam pemandian laki-laki, setelah memasuki pintu masuk, silahkan menuruni tangga kemudian belok kanan. Di sana, kamu akan melihat sebuah tembok yang memiliki satu pintu masuk kecil. Masuklah!

Kompleks pemandian ini terletak di sisi selatan Pasareyan Ageng tempat istirahat Panembahan Senopati. Keduanya dibatasi oleh dinding batu bata yang tinggi.

Di kompleks pemandian ini kamu akan melihat satu kesamaan, yakni bekas kolam pemandian itu kini sudah berubah menjadi kolam yang berlumut dan diisi oleh ikan-ikan, ada ikan mas dan ikan lele di dalam kolam itu. Beberapa ikan lele berukuran jumbo di dalam kolam berwarna hitam dan putih. 

Di kolam pemandian laki-laki, saya melihat ada kura-kura yang tinggal di dalam kolam itu, ada juga ikan lele putih yang tidak saya jumpai di kolam pemandian wanita. Menarik ya!

Di pemandian wanita ada tempat membasuh tubuh dan sebuah joglo, sementara di pemandian laki-laki tidak ada joglo, hanya ada tempat membasuh tubuh dan sumur kecil. Namun, dari pemandian laki-laki kita bisa melihat di lahan sebelah yang letaknya lebih tinggi dari kolam pemandian laki-laki, terdapat sebuah joglo besar dengan kusen dan saka berwarna hijau. Tempat itu, terlihat terawatt dari kejauhan. Saya memastikan tidak ada dinding atau anak tangga yang dapat digunakan untuk memanjat ke arah joglo besar itu dari kolam pemandian laki-laki, mungkin dari arah lain ada, namun saya tidak melihatnya. 
kolam pemandian kompleks makam raja-raja mataram
Kolam pemandian yang sekarang dihuni oleh para ikan. narayatrip.com/Mutaya

Kecuali, jika seseorang bersedia merayap di lahan yang letaknya berada di dinding pemakaman dan kolam pemandian. Itu pun dia harus melompat dinding pembatas, untuk sampai ke rumah joglo tersebut. Saya belum tahu fungsi dari rumah joglo itu. 

Di kedua kolam pemandian masih ada sebuah punden, tempat untuk meletakkan sesaji. Sewaktu saya datang, di kompleks pemandian laki-laki masih ada bunga-bunga segar yang terdapat di puncak punden dan ada bekas dupa dibakar. Saya menduga, di pagi hari ada beberapa orang yang meletakkannya di sana.  

Kami tiba di kedua kompleks pemandian itu Pukul 12.00 Wib, terasa sekali terik matahari siang itu. Meskipun begitu, kami tidak berhenti melihat-lihat. Kami bahkan menghabiskan waktu cukup lama di kolam pemandian laki-laki. Di sana kami berbincang tentang ikan-ikan yang kami lihat. Kami sedikit mengkhayal, kami bayangkan ikan-ikan yang terdapat di dalam kolam itu sebetulnya adalah para pangeran yang dikutuk. Yap dalam waktu yang singkat tiba-tiba kami membuat cerita fiksi di tempat itu!

Puas melihat-lihat, kami pun beranjak pulang.
Kelak, saya akan kembali! Begitu kata saya dalam hati.

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.