Latest News

Mencari Masa Lalu di Candi Plaosan



 
candi plaosan mutaya
siluet Candi Plaosan. narayatrip.co/Mutaya
Melihat reruntuhan candi bukan hal gila, tapi merefleksi diri dengan masa lalu yang bersahaja


Narayatrip.com-Ini adalah rekaman jalan-jalan yang saya tuliskan. Saya suka traveling ke tempat-tempat tertentu, baik tempat baru maupun tempat-tempat yang terkenal sejak lama.

Traveling ke cagar budaya juga menarik, selain memberikan informasi terkait budaya di masa lalu, lokasinya yang cenderung jauh dari keramaian pusat kota memberikan refreshing tersendiri.
candi plaosan credit mutaya
Pintu masuk menuju candi utama Candi Plaosan. narayatrip.com/Mutaya

Kadang-kadang kenyamanan cagar budaya seperti Candi Plaosan lebih baik daripada kampung halaman. Di sana, ketika tidak ramai oleh pengunjung, saya biasa mengelilinginya pelan-pelan. Melihat reruntuhan bukan hal gila menurut saya, namun memberi saya jeda, sejenak dari perkembangan teknologi modern yang begitu cepat. 
candi plaosan credit mutaya
Bagian atap candi pewara, Candi Plaosan. narayatrip.com/mutaya

Kompleks Candi Plaosan yang saya kunjungi adalah Candi Plaosan Lor. Kompleks ini terdiri dari dua bangunan utama yang dikelilingi oleh candi-candi pewara. Terlihat masih banyak sekali reruntuhan candi yang belum dapat dibangun kembali oleh pengelola cagar budaya ini. 

Beberapa titik di Candi Plaosan dianggap suci oleh umat Hindu. Tak heran, sebab Candi Plaosan merupakan candi yang dibuat dengan memadukan dua budaya di masa lalu, yakni Hindu dan Budha.
Bila dicermati, ukiran-ukiran yang ada di dinding candi menggambarkan hal yang sama persis dengan yang ada di Candi Sambisari (Hindu), dan beberapa ada yang seperti di Candi Sari (Budha), Kalasan. Ini membuktikan, ada dua budaya yang hidup bersama di masa lalu dengan cara yang romantis. 
Reruntuhan Candi Plaosan. ASIA/Mutaya

Di antara angin dan bebatuan yang bisu, saya mengamati ukiran-ukiran sulur daun, bunga, burung, dan patung-patung yang terpahat di dinding candi jelas menceritakan sesuatu. 

Burung, sebagai simbol kebebasan, mulut naga atau keberadaan naga sebagai penjaga pintu masuk dua candi utama di sana menyimbolkan dunia spiritual.
candi plaosan credit mutaya
Relief burung di dalam mulut naga. narayatrip.com/Mutaya
Dari dua relief ini, nampak Candi Plaosan adalah tempat yang disakralkan. Sebagai bukti lainnya, di sisi paling utara terdapat deretan patung-patung yang merepresentasikan sosok-sosok tertentu. Sososk-sosok itu mengenakan ornament tertentu. Dua diantaranya yang terlihat jelas ialah mahkota di kepala dan bunga teratai. 

candi plaosan credit mutaya
Salah satu pahatan di Candi Plaosan, akan dijumpai pula di Candi Sambisari dan Candi Sari. narayatrip.com/Mutaya
Bunga teratai di antara patung-patung itu menjadi alas duduk, dan ada yang menjulur disela-sela lengan. Keberadaannya menjadi simbol bahwa sosok-sosok ini selalu memuja Sang Maha Pencipta. Dalam tradisi masa lalu disebut Hyang Widi, Hyang Wenang, Hyang Tunggal dan lain sebagainya. 

Menurut pandangan spiritual Hindu, teratai memiliki makna khusus, yakni niat suci, kedamaian, kemakmuran, dan kebahagiaan.
candi plaosan credit mutaya
Patung-patung yang beralas Bunga Teratai. narayatrip.com/Mutaya

Teratai tumbuh di air yang berlumpur, namun bunga itu tidak terpengaruhi oleh lumpur atau air itu. Hal inilah yang menjadikan bunga teratai sebagai simbol untuk memotivasi orang menjalani hidup yang murni, berkomitmen pada tujuannya, dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungannya.

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.