Latest News

Candi Sambisari



Captured by penulis by perpusnas.go.id


Narayatrip.com-Ditemukan sebuah Candi di kawasan Kalasan, Maguwoharjo, Yogyakarta bernama Candi Sambisari. Berdasarkan informasi yang saya baca di perpusnas.go.id, Selasa, (20/06/2017) Candi Sambisari yang terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini merupakan candi Hindu beraliran Syiwa. Diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 oleh Rakai Garung, seorang Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra.

Kalau kamu ke sana dan sempat mengamati, kamu bisa melihat kaki candi polos tanpa hiasan. Di bagian dinding candi terdapat pahatan motif bunga dan sulur-sulur halus. 

Pada masing-masing sisi dinding luar tubuh candi terdapat relung berisi arca. Dalam relung di dinding selatan terdapat Arca Agastya atau Syiwa Mahaguru, di dinding timur terdapat Arca Ganesha, dan di dinding utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini.
 
Arca Syiwa di sini mirip dengan Arca Syiwa Mahaguru yang terdapat di relung selatan Candi Syiwa di Kompleks Candi Prambanan, hanya saja tubuhnya lebih ramping.

Arca Ganesha yang terdapat dalam relung timur juga mirip dengan Arca Ganesha yang terdapat di relung timur Candi Syiwa. Ganesha digambarkan dalam posisi bersila di atas padmasana (singgasana bunga teratai) dengan kedua telapak kaki saling bertemu. Perbedaannya ialah telapak tangan kanan arca ini menumpang di lutut dalam posisi tengadah, sementara telapak tangan kiri menyangga sebuah mangkok. Ujung belalai seolah menghisap sesuatu dari dalam mangkok.

Dalam ruang utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini yang digambarkan sebagai dewi bertangan delapan dalam posisi berdiri di atas Lembu Nandi. Satu tangan kanannya dalam posisi bertelekan pada sebuah gada, sedangkan ketiga tangan lainnya masing-masing memegang anak panah, pedang dan cakram. Satu tangan kirinya memegang kepala Asura, sedangkan ketiga tangan lainnya memegang busur, perisai dan bunga. 

Di tengah ruangan tubuh candi terdapat sebuah Lingga lengkap dengan yoninya. Lingga terbuat dari batu berwarna putih, sedangkan yoni di tengah lingga terbuat dari batu berwarna hitam yang sangat keras dan mengkilap. 

Mengamatinya hanya cukup satu hari, namun memahami makna keberadaannya takkan cukup dalam satu bulan. Kita membutuhkan banyak referensi, karena keberadaan candi pastilah berkaitan erat dengan budaya di masa lalu. 

Namun, melihat candi ini membuat saya merasa kagum dengan nenek moyang. Mereka mampu membangun seni arsitektur yang kuat meski pernah dihantam abu vulkanik gunung merapi. Selain itu, pahatan yang terdapat di dinding candi, mencerminkan kekuatan spiritual, estetika, sekaligus seni dalam diri nenek moyang. 

Peninggalan mereka amat pantas untuk dilestarikan, apa adanya beserta dengan budaya yang melatarbelakanginya. 

*Artikel ini pernah terbit di ucnews.id, berikut link:
http://tz.ucweb.com/7_1Gwe

reference:
http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-yogyakarta-candi_sambisari

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.