Latest News

Bukti Ilmiah Bahwa Makanan Manis Itu Berbahaya



thelegraph.co.uk

Narayatrip.com-Pakar kesehatan dan pemerhati kesehatan pada umumnya menyarankan kita untuk berhenti untuk mengonsumsi gula. Akan tetapi, apakah sepenuhnya bisa berhenti mengonsumsi gula tu suatu hal yang mudah dilakukan?


Kita bisa saja berhenti minum minuman bersoda yang mengandung banyak gula, berhenti makan kue, dan berhenti menambahkan gula ke teh atau minuman buatan kita sendiri, tapi selama kit masih belanja produk roti, susu, makanan siap saji, bumbu, dan makanan-makanan lain di toko kita tak tahu pasti kandungan gula yang ada di dalamnya.

Mengapa kita wajib mengurangi atau bahkan berhenti sama sekali dari mengonsumsi  gula? Menurut angka NHS, rata-rata warga Inggris mendapatkan makanan mengandung gula seberat 700 g - 140 sendok teh - setiap minggu, lebih dari tiga kali jumlah yang disarankan.

NHS merekomendasikan untuk mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan, dan mencari alternatif gula rendah: air atau susu, bukan pop soda, keju krim, bukan selai atau selai jeruk, bubur dan bukan serpih jagung, dan seterusnya.

Tapi apa manfaat sebenarnya dari membatasi jumlah gula?

Membatasi jumlah asupan gula ke dalam tubuh ternyata bisa membantu kita untuk menurunkan berat badan. Nah, ini sangat membantu bagi kamu yang sedang melakukan diet. Diet gula bisa membantu program diet kamu berjalan lebih maksimal.  Konsumsi gula yang berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan. 

Profesor Naveed Satta dari British Heart Foundation Glasgow Cardiovascular Research Center di University of Glasgow mengatakan: "Gula per se tidak berbahaya - kita membutuhkannya untuk kebutuhan energi tubuh - namun bila dikonsumsi secara berlebihan, ini akan berkontribusi pada penambahan berat badan."

Bahkan, saat kita berhasil mengurangi asupan gula, hati kita jadi lebih sehat. 

Minum hanya tiga kaleng pop soda setiap hari bisa melipatgandakan kesempatan terhindar dari terkena penyakit jantung. Sebuah studi tahun 2014, ilmuwan di Amerika menemukan hubungan yang kuat antara proporsi kalori harian dari makanan yang mengandung gula dan tingkat kematian akibat penyakit kardiovaskular. Mengurangi gula berati risiko penyakit kardiovaskular berkurang.

Mengurangi konsumsi gula juga membantu kita menyimpan energy lebih banyak. Gula manis bisa melipat gandakan energy namun hal itu terjadi hanya sementara waktu, efek buruknya kadar gula dalam darah justru melonjak dan lambat laun menyebabkan kita lebih mudah lemas.

Di samping itu, resiko terserang kanker karena terlalu banyak mengonsumsi gula juga tinggi.  Meskipun gula tidak secara langsung menyebabkan kanker. Namun, Cancer Research UK menyoroti hubungan tidak langsung antara risiko kanker dan gula tersebut punya hubungan yang kuat. 

"Mengonsumsi banyak gula dari waktu ke waktu dapat menyebabkan Anda bertambah berat badan, dan bukti ilmiah yang kuat menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko 13 jenis kanker yang berbeda,”

Di tambah lagi, kita bisa mengakami kerusakan gigi yang parah karena telalu banyak menyantap makanan manis. Semakin sering menyantap makanan manis, semakin banyak kerusakan yang bisa ditimbulkannya. Sebaliknya, sedikit gula berarti lebih sedikit risiko kerusakan gigi.

Dr Sarah Brewer, seorang ahli gizi medis, memperingatkan
,  "Sel otak membutuhkan fungsi glukosa tapi terlalu banyak dalam waktu singkat akan menyebabkan demam dan membuat Anda merasa tertekan."

Sementara itu, menurut Web MD, makan atau minum terlalu banyak gula akan membatasi sel sistem kekebalan tubuh yang menyerang bakteri. Efek ini berlangsung setidaknya beberapa jam setelah menenggak beberapa minuman manis."

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.