Latest News

Virus Malware Mengancam Dunia, Jangan Buka Email Spam

 
Malware, troyan, virus komputer, hacker. doc Istimewa
ASIA, Den Haag  - Traveler, hari ini kita disibukkan dengan informasi mengenai malware yang merugikan data-data kita di komputer. Ternyata tak hanya Indonesia yang penduduk internetnya kelabakan, di Den Haag, badan penegak hukum Uni Eropa Europol menyatakan gelombang serangan cyber yang menimbulkan malapetaka di seluruh dunia berada di “tingkat yang belum pernah terjadi.
Hal itu disampaikan oleh Europol pada, Sabtu (13 Mei 2017). Europol bahkan menyatakan diperlukan penyelidikan tingkat internasional yang kompleks untuk mengidentifikasi pelaku serangan. 

Bagaimana langkah antisipasinya? Untuk sementara, karena badan dunia belum menemukan langkah yang spesifik untuk melawan serangan malware ini, pemerintah menyarankan kita agar tidak sembarangan membuka email yang masuk dan apabila sudah terlanjur kena malware jangan lakukan permintaan penebusan yang muncul di komputer kita.

Europol kini telah menjalin kerjasama dengan berbagai negara dan perusahaan yang terkena serangan tersebut untuk “menanggulangi ancaman dan membantu korban.

Sementara itu, Jaringan komputer di rumah sakit di Inggris, Kementerian Dalam Negeri Rusia, raksasa telekomunikasi Spanyol Telefonica dan perusahaan pengiriman Amerika Serikat FedEx diserang, begitu juga dengan banyak organisasi lainnya.

Gelombang serangan cyber pada Jumat, 12 Mei 2017,  rupanya memanfaatkan kelemahan yang diuraikan dalam dokumen yang bocor dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat.

Serangan menggunakan teknik yang dikenal sebagai ransomware yang mengunci dokumen pengguna kecuali jika mereka membayar sejumlah uang kepada penyerang dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin, demikian dilansir dari AFP.

Di sisi lain, di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau seluruh penduduk internet untuk mengantisipasi penyebaran virus Ransomeware WannaCrypt. Kementerian juga mengajak masyarakat tak perlu panik terhadap serangan virus yang kini tengah melanda dunia tersebut.

Menkominfo Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 13 Mei 2017, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dalam mengatasi penyebaran virus tersebut.

"Langkah teknis bagi orang IT yang hidupnya di IT sudah kita siapkan, juga sudah siapkan tim yang dikoordinir oleh ID SIRTII dan Kementerian Kominfo, namanya siapa, nomor teleponya berapa, kalau diperlukan nanti konsultasi. Jadi kepada siapapun, kepada kementerian lembaga, organisasi, perusahaan swasta yang mempunyai sistem IT di perusahaanya tidak usah panik," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Menkominfo juga memastikan bahwa pihaknya terus memantau dan tetap waspada terhadap isu virus yang telah melanda di berbagai negara di dunia tersebut.

Seperti diberitakan, virus tersebut telah menyerang layanan Rumah Sakit di Inggris dan Skotlandia. Akibatnay data rumah sakit yang diserang tidak bisa dibuka dan meminta imbalan bila data tersebut ingin dibuka. Akibatnya, layanan RS harus menggunakan sistem manual.

Di Indonesia, seperti dilaporkan, RS Dharmais menjadi salah satu pihak yang telah diserang virus tersebut. Virus tersebut di dunia, dilaporkan tidak hanya menyerang rumah sakit, namun sejumlah perusahaan swasta.

Menurut staf Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) Adi Jaelani dalam konferensi pers tersebut, Virus Ransomeware WannaCrypt saat ini menyerang sistem server dan operasi Windows 8 ke bawah atau versi 2008 ke bawah yang belum melakukan update terbaru untuk menambal celah keamanan.

"Tapi yang jelas sistem yang rentan tersebut patchingnya sudah ada dua bulan lalu, dua bulan lalu patchingnya sudah ada, kalau adminnya melakukan patching aman, ini terkait adminnya yang mengaktifkan patching, dia rajin nggak update," katanya.

Sampai saat ini menurut dia, belum ada anti virus maupun penawar untuk mengembalikan file data yang terinfeksi. Untuk itu, sementara waktu jalan yang dapat ditempuh adalah melokalisir data yang terinfeksi virus tersebut.

"Kalau untuk menghilangkan virus nanti kita akan bekerjasama dengan antivirus anti virus yang lain, sekarang baru lokalisir jangan sampai menyebar ke tampat lain, kalau untuk decript untuk mengembalikan data itu di seluruh dunia juga belum, belum ketemu decryptnya," katanya.

Adi mengatakan, bagi mereka yang terkena virus tersebut, tidak menuruti permintaan virus itu untuk membayar tebusan pembukaan data.

Selain itu, Adi mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan tidak membuka email-email yang tidak jelas pengirimnya karena bisa saja telah disusupi oleh virus tersebut.

Adi menambahkan, satu komputer dalam satu jaringan terinfeksi virus, ada kemungkinan komputer seluruh jaringan dapat terkena. "Meski tanpa interaksi user, selama itu masih terkoneksi," katanya. 


No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.