Latest News

Gerak Langkah Negara Siapkan Infrastruktur Angkutan Lebaran

credit: pixabay

Asia, Yogyakarta-Sampai kini mudik lebaran menjadi tradisi yang berjalan di antara masyarakat Indonesia, dan hanya Indonesia yang punya tradisi ini. Tradisi yang lahir dari pengaruh urbanisasi, kebutuhan pangan, dan aspek sosial serta religius ini menjadikan negara memiliki perhatian khusus padanya.

Sebab, hampir semua penggerak roda ekonomi di Indonesia pada menjelang lebaran akan memilih mudik. Momen yang datang setahun sekali itu, dianggap sebagai ritus penting untuk bertemu dengan keluarga yang telah ditinggal untuk merantau. Momen ini juga dipercaya menjadi waktu yang tepat untuk memperoleh maaf, tak hanya dari keluarga, tapi (kemungkinan) juga oleh alam semesta.

Negara menjadi sibuk menyiapakan keamanan untuk masyarakat yang menjadi bagian penting dari jantung kehidupannya. Manajer fisik PT. Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR), Mulya Setiawan mengatakan Jalan tol Tegal - Brebes Timur-Pemalang akan digunakan secara fungsional pada mudik lebaran tahun ini. Ia menambahkan pembangunan tol sepanjang 37 kilometer tersebut tinggal 15 persen. Saat ini, pembangunan sudah mencapai 85 persen. 

Kondisi tol saat digunakan pada mudik lebaran nanti hanya dilapisi beton tipis. Lapisan beton itu merupakan lantai kerja dan hanya berukuran 10 sentimeter. Dengan kondisi demikian, kendaraan besar seperti bus dan truk dilarang melintas agar beton tidak rusak. Pengerjaan saat ini sedang berfokus pada pembetonan dan pengurukan. 
Passenger traffic/pixabay


Saat ini masih ada satu kilometer jalan di Pemalang yang belum diuruk. Adapun pengurukan di lahan yang belum bebas seperti di Desa Sidakaton Kabupaten Tegal tetap dilakukan. Lahan yang masih berdiri satu unit rumah mewah tersebut masih proses kasasi di Mahkamah Agung. 

Guna mencapai target pada musim mudik nanti, penggarapan tol tersebut dikebut siang dan malam. Menurut rencana, saat mudik nanti, akan ada empat pintu keluar di sepanjang tol tersebut.

Di antaranya Ujungrusi, Balamoa dan Warureja di Kabupaten Tegal, serta di Sewaka, Pemalang. Saat mudik, jalan selebar tujuh meter itu akan difungsikan satu lajur dari barat (Jakarta) ke timur (Semarang). Sedangkan saat arus balik, tol akan berfungsi sebaliknya. 

Sementara itu, Yogyakarta juga menyiapkan keamanan mudik untuk pemudik. Dinas Perhubungan DIY memprediksi jumlah angkutan umum bus pada momen mudik lebaran tahun ini makin menurun dibanding tahun lalu. Hal itu diketahui, pasca pihak dinas perhubungan menggelar pertemuan terkait persiapan masa Ramadan-Lebaran bersama lintas instansi awal pekan ini. 

Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan DIY, penumpang angkutan bus 2016 berkisar 999.714 orang atau turun sekitar 2,77 persen. Sedangkan pada 2015 penumpang bus ada sebanyak 1.028.214 dan tahun 2014 sebanyak 1.102.123 penumpang. 
Penerbangan/pixabay
Disinyalir penurunan ini terjadi akibat sudah ada banyak pilihan jenis transportasi umum untuk mudik. Makin banyaknya layanan program mudik gratis baik yang didukung pemerintah dan swasta, serta layanan transportasi yang lebih cepat seperti kereta api dinilai menjadi penyebabnya. 

Koordinator Paguyuban Kru Bus Perkotaan Terminal Giwangan Yogyakarta Benny Wijaya menuturkan program mudik gratis pemerintah dengan kuota yang makin besar setiap tahunnya diakui bakal banyak mengurangi trayek trayek tambahan bus perkotaan. 

Benny menuturkan, setiap mendekati Ramadan, sejumlah perusahaan asal luar DIY terutama Jawa Barat dan Jawa Tengah, sering mengorder bus-bus perkotaan berukuran kecil guna melayani mudik para karyawannya. Bus perkotaan dipilih yang lebih kecil dipilih karena dinilai lebih hemat. 

Seperti yang diungkapkan oleh pihak DInas Perhubungan DIY, salah satu moda transportasi yang ada di Indonesia, PT Garuda Indonesia (Persero) juga sudah menyiapkan kursi tambahan sebanyak 45 ribu kursi selama libur Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran 2017.

Penyediaan kursi tambahan itu, meliputi 32 ribu kursi dari pesawat tambahan terjadwal dan sekitar 12 ribu kursi pesawat berukuran lebih besar dari yang biasa digunakan untuk pelayanan.

Perusahaan Garuda Indonesia juga akan menyiagakan tiga pesawat untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama musim mudik.

Tak hanya moda transportasinya saja yang ditambah, tapi perusahaan juga akan menyiapkan kru tambahan supaya bisa memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen selama musim mudik. Pemerintah mulai mempersiapkan penyediaan layanan transportasi untuk memenuhi peningkatan permintaan jasa transportasi selama musim libur Lebaran pada Juni.

Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan Garuda Indonesia meningkatkan frekuensi penerbangan hingga 20 persen sepekan sebelum dan setelah Idul Fitri.

Sedangkan, PT Kereta Api Indonesia menetapkan masa angkutan Lebaran pada 2017 selama 22 hari.Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan perusahaan menetapkan masa angkutan Lebaran pada tahun ini sejak 15 Juni–6 Juli 2017. Hal itu diputuskan karena arus mudik diperkirakan akan mengalami puncaknya pada Kamis, 22 Juni 2017 atau H-3 Lebaran. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 1 Juli 2016 atau H+6 Lebaran.
Menghadapi masa angkutan lebaran 2017, PT KAI telah bersiap melayani penumpang dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari sarana, prasarana, dan Sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan angkutan lebaran 2017.

sumber:
tempo.co
nasional.koransindo.com
beritasatu.com
antaranew.com

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.