Latest News

Diskusi Belajar Toleransi dari Film India

Belajar toleransi
Doc. Lapak buku tualang 

Narayatrip.com-_[diskusi hari ini]_

*BELAJAR TOLERANSI DARI FILM INDIA*

_“Menonton film India, membahasnya, apalagi menuliskannya adalah semacam kerelaan menjadi–meminjam judul film garapan Mehmood tahun 1996–dushman duniya ka; sang musuh semesta.”_
– Mahfud Ikhwan –

Film India tak melulu bicara cinta yang harmonis atau kumpulan adegan-adegan norak, tapi ia pun berani menampakkan kekacauan dalam soal budaya, kasta, pendidikan, sosial, gender, bahkan agama. Dan inilah yang selalu luput dari film-film Indonesia. Bukan karena bangsa ini tak punya masalah, tapi karena tak punya keberanian meletupkannya ke dalam film. Ketika ada yang berani membuat film yang 'agak kontroversial', ia akan digugat dan didemo. Film itu bisa saja tak jadi tayang.

Film bertema agama, misalnya, bisakah anda bayangkan, jika film _*Oh My God*_ dibuat oleh sineas Indonesia, dimana Tuhan diseret dan digugat ke pengadilan oleh seorang yang mengakui tak mempercayai agama? Ia bahkan melucuti para pemuka agama yang selama ini mencari uang dengan menjual 'Tuhan'.

Atau bisakah anda bayangkan, apa yang terjadi pada sineas kita jika membuat film semacam _*PK*_, dimana seorang manusia planet menghancurkan berbagai keyakinan agama sampai aliran-alirannya demi mencari kebenaran sejati?

Atau mungkin film _*Bol*_, tentang seorang ahli ibadah yang tega membunuh anaknya sendiri karena punya masalah dalam hal gender, kemudian setiap malam tidur di komplek pelacuran dan masih menganggap dirinya orang suci. Apa yang terjadi pada sineas kita jika membuat film semacam itu?

Tentu tak sedikit film India yang kurang bermutu, tapi percayalah, begitu banyak film India yang bisa dinikmati secara spiritual dan intelektual.

Jadi mari menonton dan berdiskusi bersama:

• Nonton bareng film _*Gandhi*_
• Bedah dan diskusi buku _*Aku dan Film India Melawan Dunia*_ bersama *Mahfud Ikhwan*

Rabu, 24 Mei 2017
Pukul 09.00 - 15.00 WIB
Aula Fakultas Ushuluddin Lt. 4
Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Ini adalah sebuah upaya dari Mahfud Ikhwan, Bambang Q Anees, Budhy Munawar Rachman, ALIVE Indonesia, RSCJ Indonesia, The Asia Foundation, PUSAM, Religious Studies Bandung, Aqidah dan Filsafat Islam Bandung.

Acara ini adalah upaya agar dunia lebih mengenal kesetaraan, kasih sayang, jauh-jauh dari membenci, belajar dan tidak malu untuk belajar, mau saling berhenti untuk kemudian saling mendengar.

Mari ikut kami membikin hidup layaknya film India yang sedikit-sedikit ada lagunya, sedikit-sedikit ada tariannya. Ayolah jangan marah-marah, saling curiga terhadap kelompok yang berbeda dari kita. Ayolah berpikir ulang apakah kita sudah benar memperlakukan diri sendiri dan memperlakukan orang lain. Mari berjalan ke arah yang lebih baik.

_Namaste_

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.