Latest News

Bila Ketemu Orang Kaya, Kamu Harus.....

 
Ilustrasi. Orang Kaya. doc Istimewa

ASIA, YOGYAKARTA-Ada tips jitu untuk kamu yang ingin menjadi kaya dengan cara mendapatkan investasi, sponsor atau promosi di perusahaan. Tips ini saya dapatkan setelah membaca artikel di portal berita bisnis.com. Artikel itu mengambil saran dari pakar marketing Philip Kotler. Menurutnya, "Kekuasaan timbul dari adanya interest orang lain."


Nah, bagaimana agar kamu bisa kaya dengan mendapatkan investasi, sponsor, atau promosi dari orang kaya ini? Apabila ingin menjadi salah satu orang kaya itu, pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah masuk ke kabin business class. Kemudian, menurut Philip, kamu harus praktikkan hal-hal berikut ini:

1. Bersihkan pikiran dari keinginan. Ketika kamu ketemu orang kaya yang terlihat Rolex, Omega, Louis Vuitton, Prada, dan lain-lain. Langsung game over. Kamu akan langsung ketemu interest-nya. Kekuasaan berada di atas.

2. Bila kamu sudah sembuh dari keinginan apa yang terlihat itu, kamu akan melihat masalah orang lain. Nah, ini kuncinya. Orang kaya bila percaya kepadamu itu akan banyak bercerita, mengeluarkan uneg-uneg, bahasa gaulnya curhat. Biasanya yang diceritakan soal sepele. Kalimat pembukanya halus.

Begini Pak, saya sedikit menyesal bla...bla...bla....

Kalau mendengar begini, apa reaksi kita?

Penderitaan kita itu tidak seberapa dibanding dengan penderitaan orang kaya. Masalah itu tidak seberapa bila masih bisa dibayar dengan uang. Apakah penderitaan orang kaya? Disitulah letak kontribusi kita.

3. Penderitaan orang kaya ada dua yaitu pertama, sulit merasakan gratitude alias 'rasa bersyukur'. Bila anda lahir jebret kaya maka segalanya tersedia. Yang tidak ada hanya gratitude. Inilah disebut tembok Berlin. Yang di bawah merasa orang kaya kurang perhatian, kurang empati. Yang di atas merasa yang di bawah tidak menghargai mereka.

Kedua, orang kaya mengalami penderitaan yang biasanya berasal dari pengkhianatan. Di bawah orang banyak saling menolong, saling membantu saling berkorban. Di atas banyak pengkhianatan. Pengkhianatan itu lebih sakit daripada enggak punya uang.

Oleh karena itu bila kita ikhlas, kita mercy rasa kasihan kita ketemu pintu iba. Pintu iba membuka tembok Berlin tadi.

4. Bila kamu mampu mengidentifikasi penderitaan masalah orang kaya maka reward- nya tentu harta. Karena orang kaya memiliki itu secara berlimpah.

Nah, setelah membaca saran itu, maukah kamu mempraktikkannya? Silahkan jika mau, tips itu hanya untuk membut kita tahu bahwa ada banyak cara untuk mendapatkan perhatian orang lain.

Berikut adalah daftar orang kaya di Indonesia versi Forbes, Selasa (21 Maret 2017)
1. Peter Sondakh
Pemilik Rajawali Group
Kekayaan: US$ 1,7 miliar atau Rp 22,6 triliun (kurs 1 US$ = Rp 13.316)
Usia: 67 tahun
Sumber kekayaan: investasi

2. Prajogo Pangestu
Pemilik Barito Pacific
Kekayaan: US$ 1,8 miliar atau Rp 23,9 triliun
Usia: 72 tahun
Sumber kekayaan: petrokimia

3. Mochtar Riady
Pemilik Lippo Group
Kekayaan: US$ 1,9 miliar atau Rp 25,3 triliun
Usia: 87 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri



4. Theodore Rachmat
Pemilik Adaro Group
Kekayaan: US$ 1,9 miliar atau Rp 25,3 triliun
Usia: 73 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

5. Murdaya Poo
Pemilik JIExpo Kemayoran dan Central Cipta Murdaya Group
Kekayaan: US$ 2,1 miliar atau Rp 27,9 triliun
Usia: 76 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

6. Tahir
Pemilik Mayapada Group
Kekayaan: US$ 2,8 miliar atau Rp 37,2 triliun
Usia: 64 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

7. Chairul Tanjung
Pemilik CT Corp
Kekayaan: US$ 4,6 miliar atau Rp 61,2 trilun
Usia: 54 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

8. Sri Prakash Lohia
Pemilik Indorama
Kekayaan: US$ 5,4 miliar atau Rp 71,9 triliun
Usia: 64 tahun
Sumber kekayaan: Polyester

9. Michael Hartono
Pemilik Group Djarum
Kekayaan: US$ 8,9 miliar atau Rp 118 triliun
Usia: 77 tahun
Sumber kekayaan: perbankan, industri rokok

10. R. Budi Hartono
Pemilik Group Djarum
Kekayaan: US$ 9 miliar atau Rp 119 triliun
Usia: 76 tahun
Sumber kekayaan: perbankan, industri rokok

Ingin seperti mereka?

sumber:
bisnis.com
liputan6.com

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.