Latest News

5 Orang Kreatif nan Stylist Ini Punya Selera Menarik

Ilustrasi orang kreatif nan stylist. doc Istimewa

ASIA, YOGYAKARTA- Ingin bisa bekerja sesuai dengan passion? Beberapa orang di sekitar saya mengatakan ingin sekali bisa bekerja sesuai dengan passionnya. Mereka mencari-cari pekerjaan yang sesuai dengannya melalui berbagai tantangan. Dari semua hal yang mereka lakukan akhirnya tak sedikit yang menemukan pekerjaan sesuai dengan passionnya. Mereka menjadi orang-orang yang bahagia, karena bisa hidup dengan apa yang diharapkannya. 


Lalu, bagaimana dengan kamu? Banyak orang menemukan passionnya di bangku sekolah. Yup, benar, tidak semua orang mengetahui bakat atau pun passionnya sejak kecil. Banyak yang kebingungan hingga lulus sekolah menengah atas terkait dengan apa yang jadi passionnya. Banyak pula yang belum tahu apa yang akan dilakukan di masa depan saat sudah kuliah, namun tak sedikit yang menemukan dirinya sendiri amat bergairah terhadpa sesuatu hingga berani menggelutinya. 

Seperti kelima orang di bawha ini. Orang-orang kreatif ini bekerja di bidang seni yang sesuai dengan semangatnya masing-masing. Bahkan, ada yang merasa dirinya adalah mesin yang dipenuhi rasa penasaran ketika sudah berhadapan dengan kamera. Bagaimana dengan kamu? Pernahkah merasakan hal yang sama?

Simak pengalaman kelima orang kreatif  nan stylish yang punya selera menarik berikut ini. 

1.    Karin Wijaya
Dunia riil fashion telah ia geluti sejak kuliah kala permintaan magang sebagai stylist di majalah A+ datang, tanpa segan ia menerimanya. Hingga saat ini, fashion tak pernah lepas dari kesehariannya. Ia pun laris dilibatkan sebagai stylist di banyak proyek. Selama bekerja, ia memiliki banyak pengalaman menarik, dan baginya yang paling berkesan selama menjalani karirnya ialah melakukan pemotretan di perkampungan Indonesia karena ia harus membawa sekoper baju dan sepatu dengan sampan, gerobak, dan motor.

2.    Leandro Quintero
Kekuatan untuk terus mendorong batas-batas yang biasa sampai titik puncanya menjadi gairah utama Leo dalam memotret. Romantisme gairah dan kamera seakan terikat begitu kencang. Pun karya-karya fotografinya menunjukkan fleksibilitas yang mana ia katakana terinspirasi dari kehidupan. Ia menganggap dirinya sendiri sebagai mesin yang penuh keingintahuan ketika memotret. William Eggleston dan fotografer dari Amerika Utara menjadi inspirasinya karena ia sangat menyukai street photography.

3.    Chitra Subyakto
Ia memulai karir di dunia mode Indonesia sebagai penata gaya dan kostum untuk berbagai media cetak, seni panggung, film, dan video music. Ragam pengalamannya itu mengantarkannya pada penjelajahan tekstil yang tak berujung dari sabang hingga merauke. Dari pengalamannya itu pula ia menjadi amat terpikat dengan budaya Indonesia. Tekstil dari berbagai daerah membuatnya bergairah untuk berkarya, karena menurutnya setiap daerah memiliki keunikan. Kain-kain dari setiap daerah mencerminkan cara hidup, cuaca, musim, kesuburan tanah, karakter penduduk, dan lainnya.

4.    Titien Wattimena
Penah nonton film “Mengejar Matahari”? Titien Wattimena adalah penulis skenarionya. Sejak saat itu, kancah film Indonesia taka sing dengan namanya. Scenario pertamanya di film “Mengejar Matahari” pada tahun 2004 telah menghantarkannya menjadi semakin intim dengan dunia film sebagai penulis scenario dan juga sutradara. Mellaui scenario Titien bertemu dengan berbagai tokoh khayalan dan tentu juga tokoh-tokoh film ternama. Tokoh-tokoh khayalannya pun segera isa dinikmati banyak penonton dan pembaca berkat kepiawainnya dalam menulis scenario dan mewujudkannya dalam film. Titien mengaku siap menulis di medium apapun ketika mood menulisnya muncul.

5.    Priscilla Myrna
Ia memulai karirinya sebagai seorang desainer interior dan menjadi kontributor kecantikan untuk beberapa majalah lokal. Seiring waktu berjalan, ia menyadari gairahnya di dunia kecantikan dan memutuskan untuk berkonsentrasi menjadi make up artist dengan mengikuti pelatihan di Jakarta, Hong Kong, dan Paris. Baginya make up yang paling penting dan tak boleh dilewatkan ialah lisptik. Ia telah mengoleksi lipstick dari berbagai brand dengan ragam tekstur dan various colour. “Saat ini saya sudah punya kurang lebih 60 buah,” ungkapnya pada majalah Dewi edisi April 2015.


Sumber:
Majalah Dewi, Edisi April 2015

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.