Latest News

Lima Keuntungan Berbisnis E-Commerce

Logo Naraya Trip Planner, sebuah perusahaan travel berbasis online ini menawarkan paket wisata murah ke seluruh Asia. doc.NarayaCorp

Narayatrip.com - Prospek bisnis e-commerce saat ini diakui semakin meroket. Gairah ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang amat pesat, sehingga memudahkan generasi milenial mengakses apa saja. Akibatnya, para pelaku usaha banyak mencetuskan tren-tren revolusioner untuk mempengaruhi minat dan daya beli konsumen konvensional berpindah ke internet.


Melihat peluang yang begitu besar, di dukung dengan kemampuan menguasai teknologi, generasi milenial mulai ikut menggeluti bisnis e-commerce ini. Berdasarkan laporan TechCrunch, Asia Tenggara siap menjadi pasar e-commerce terbesar ketiga di dunia dengan pertumbuhan dua digit per tahunnya. Adapun, eMarketer memprediksi penjualan via e-commerce di Asia Pasifik diharapkan menembus US$2,72 triliun pada 2020, naik dari pencapaian pada 2016 senilai US$1 triliun.

Ada begitu banyak manfaat bisnis e-commerce yang membuat generasi milenial ini tergiur. Diantaranya, bisnis e-commerce menawarkan fleksibilitas lebih dibandingkan dengan perusahaan konvensional. Dengan gaya hidup generasi milenial yang menjunjung fleksibilitas, sifat bisnis e-commerce yang fleksibel ini tentu saja menjadi daya Tarik tersendiri bagi millennials.

Hal itu adalah keuntungan pertama, masih ada lima keuntungan lain yang menurut para milenials sangat menguntungkan bagi mereka.

Pertama, millenials dapat membebaskan kreativitas. Sebab, bisnis e-commerce akan membuat daya pikir terus berkembang. Hal ini terjadi karena e-commerce terus berkembang di dalam lingkungan yang mendorong untuk berpikir kreatif dan memecahkan masalah.

Seperti telah diketahui, bahwa bisnis e-commerce adalah bisnis yang memiliki gesekan kompetisi yang sangat tinggi. Anda akan dituntut bersaing membuat format iklan yang tidak konvensional melalui YouTube atau media sosial lain yang merupakan media promosi secara cuma-cuma namun memiliki daya show yang cepat.

Dengan mengunggah konten ke media social, akan dengan mudah konten dilihat oleh netizen. Meskipun demikian, tidak semua konten akan disukai dan dibagikan oleh netizen. Sebabnya, karena netizen juga merupakan orang-orang yang memiliki selera berbeda-beda. Beberapa diantaranya memiliki selera seni yang cukup tinggi.

Untuk menjangkau pembeli dari kalangan netizen, terutama kelas menengah ke atas tidak mudah. Millenials atau pebisnis e-commerce harus menciptakan iklan video yag bisa viral. Nah, di sinilah letak peranan kreativitas dan sudut pandang yang berbeda.

Sebagai contoh dalam membuat iklan Squatty Potty yang menarik, tidak biasa tapi menghibur, dan berhasil mengumpulkan 30 juta penonton dalam sepekan dan menghasilkan peningakatan penjualan online sebesar 600 persen dan penjualan ritel sebesar 400 persen membutuhkan kerja keras di dalam proses kreatifnya.

Campus and Institutional Event Executive JobStreet Indonesia Satya Sultanudin menjelaskan tim kreatif Squatty Potty, mengambil topik atau produk yang cenderung dihindari dan mengubahnya menjadi pembicaraan di internet dengan membuatnya menjadi lebih berwarna, unik, menarik, dan lucu.

Kedua, untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis e-commerce, millennials harus bisa membuat karyawan terkesan dengan keterampilan bermedia sosial. Apabila kamu termasuk orang yang aktif di medsos, sudah saatnya memanfaatkan keterampilan bermedsos kamu untuk hal-hal yang lebih produktif.

Sekarang, sudah banyak perusahaan e-commerce yang membuka peluang kerja baik secara freelance maupun sebagai pegawai tetap hanya untuk diandalkan di bidang promosi via media social. Paslanya, e-commerce yang sangat mengandalkan keterlibatan konsumen melalui iklan pemasaran sosial dan internet. Wawasan kamu tentang dunia media sosial akan sangat berharga bagi perusahaan.

 Ketiga, keuntungan yang dicari semua orang di dunia kerja ialah kesempatan yang tidak terbatas untuk jenjang karier. Bisnis e-commerce memberi peluang itu. Sebab, saat ini hampir seluruh lini bisnis ritel  baik berupa barang maupun jasa dijalankan secara online.  Apalagi, kesadaran dan pengetahuan lintas budaya dan kemampuan berkomunikasi akan mendukung perkembangan e-commerce ke masa depan secara tak terduga.

Komunikasi lintas budaya dan negara akan membuka kesempatan untuk menjajaki peluang bisnis lintasnegara dan benua pula.

 Keempat, bergabung dengan e-commerce bisa menjadi batu loncatan karier yang baik. Di dalam bisnis ritel e-commerce, millenials akan terbiasa menghadapi komplain konsumen, target penjualan, pengelolaan anggaran, dan membuat iklan pemasaran yang efektif.

Seluruh pengalaman itu akan menjadi bekal meraih kesempatan berkarier di bidang industri apapun. Dengan pengalaman itu juga akan lebih mudah beralih ke pekerjaan lain, seperti bidang penjualan, manajemen bisnis, keuangan, dan bahkan bidang kreatif.

Kelima, mengembangkan e-commerce berarti juga mampu menjalin relasi secara profesional dan sosial. Dengan bekerja di bidang ritel e-commerce, setiap orang dituntut menjalin banyak hubungan secara profesional dan sosial. Pada saat itu, millenials akan bertemu dengan berbagai macam orang setiap harinya.

Membangun komunikasi secara professional dan social ini sangat penting untuk perkembangan bisnis, karena relasi atau mitra akan memberi pengaruh dalam kontak relasi selanjutnya hingga masa depan. Hal ini pasti akan membuka peluang untuk berkembang.

Mencermati lima keuntungan tersebut di atas, memang tak ada salahnya untuk bergabung. Akan tetapi, tetap saja, sebelum bergabung ke dunia bisnis e-commerce, perhatikan dulu jenis perusahaan tersebut. Apakah termasuk jenis usaha yang akan berkembang pesat secara jangka panjang atau tidak. Apakah akan memberi keuntungan besar atau tidak.


Bila peluangnya bagus, ambil saja. Siapa tahu sedikit demi sedikit menjadi bukit, atau satu dua pulau bisa terlampaui hanya dengan satu dayung!




No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.