Latest News

George W.Bush, Pneumonia, dan Perjalanan Karirnya



doc. Istimewa
Narayatrip.com - Hai Traveler, dunia saat ini sedang membaca kabar tentang Mantan Presiden George W. Bush yang sedang menjalani pemulihan dari pneumonia ringan di sebuah rumah sakit. Informasi tersebut saya dapatkan dari portal berita online Antaranews.
Berita yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia tersebut memudahkan saya untuk memahami, bagaimana keadaan mantan Presiden George W. Bush hari ini, Rabu, 19 April 2017. 

Kabar tentang George W. Bush sendiri diberitakan seturut dengan keterangan dari kantornya pada Selasa, 18 April 2017, waktu setempat oleh media internasional AFP. 

Diberitakan bahwa Presiden ke-41 yang kini berusia 92 tahun itu dibawa ke Houston Methodist Hospital pada Jumat untuk observasi karena batuk terus-menerus yang membuatnya tidak bisa beristirahat dengan cukup. 

Juru bicara Bush, Jim McGrath menambahakn informasi dalam siaran persnya bahwa dokter memastikan Bush mengalami pneumonia ringan. 

"Presiden Bush dalam kondisi yang sangat baik dan dirawat untuk observasi lebih lanjut sementara dia memulihkan tenaganya,” imbuhnya. 

Sebelumnya, penyakit Parkinson telah memaksa Bush duduk di kursi roda dan dirawat di rumah sakit serupa selama dua pekan pada Januari.

Pneumonia
Pneumonia sendiri terkenal pula dengan istilah paru-paru basah, yakni infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, terdapat sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan. Paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. Penyakit ini juga sering disebut bronkopneumonia, pneumonia lobular, dan pneumonia bilateral. 

Secara umum, pneumonia ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas.

Penderita Pneumonia di Indonesia
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak tertinggi di dunia. Diperkirakan penyakit ini memicu 15 persen dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun. 

WHO merilis pada tahun 2015, terdapat lebih dari 900.000 anak-anak yang meninggal akibat pneumonia. Sementara itu, di Indonesia sendiri, pneumonia diperkirakan telah merenggut sekitar 25.000 jiwa balita pada tahun 2013.

Orang-orang yang Beresiko Pneumonia
Semua orang bisa terserang penyakit ini. Tetapi, pneumonia umumnya ditemukan dan berpotensi pada bayi serta anak-anak di bawah usia 2 tahun, lansia di atas 65 tahun dan perokok, yang diketahui tak hanya meningkatkan risiko pneumonia, tapi juga beragam penyakit lain.

Selain itu, masih ada lagi, antara lain orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah misalnya pengidap HIV atau orang yang sedang menjalani kemoterapi, pengidap penyakit kronis seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pasien di rumah sakit terutama yang menggunakan ventilator.

Profil George W. Bush
Nah, Traveler, dengan keterangan di atas menguatkan bahwa siapa saja bisa terserang Pneumonia. Seperti yang sudah kita baca sebelumnya, Mantan Presiden George W. Bush pun terserang penyakit tersebut. 

Sudahkah, Traveler mengenali siapa George W. Bush?
George W. Bush bernama lengkap George Walker Bush merupakan Presiden Amerika Serikat ke-43 dalam Masa jabatan 20 Januari 2001–20 Januari 2009. Saat menjabat, yang menjadi Wakil Presidennya ialah Dick Cheney. Ia merupakan presiden pengganti Bill Clinton. Setelah masa jabatannya habis, ia digantikan oleh Barack Obama. 

George W. Bush lahir pada 6 Juli 1946 di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat. Ia yang merupakan seorang pengusaha Minyak merupakan lulusan Universitas Yale Harvard Business School
Dalam sejarahnya, Keluarga Bush adalah bagian dari Partai Republik dan politik Amerika. Bush adalah anak tertua mantan Presiden Amerika Serikat George H. W. Bush. Ibunya adalah Barbara Bush. Kakeknya, Prescott Bush merupakan mantan Senator Amerika Serikat dari Connecticut. Sedang, adiknya, Jeb Bush adalah mantan Gubernur Florida. 

Menyusul Serangan 11 September 2001, Bush mengumumkan Perang melawan terorisme secara menyeluruh. Sepanjang Oktober 2001, dia memerintahkan invasi ke Afganistan untuk melumpuhkan kekuatan Taliban dan al-Qaeda.

Pada Maret 2003, Bush memerintahkan penyeranganan ke Irak dengan alasan bahwa Irak telah melanggar Resolusi PBB no. 1441 mengenai senjata pemusnah massal dan karenanya harus dilucuti dengan kekerasan.

Setelah digulingkannya rezim Saddam Hussein, Bush bertekad memimpin AS untuk menegakkan demokrasi di Timur tengah, yang dimulai dengan Afganistan dan Irak. Namun hingga kini situasi di Irak semakin tidak stabil karena pertikaian yang berkepanjangan antara kelompok Sunni, yang pada masa Saddam Hussein praktis berkuasa atas kelompok mayoritas Syi'ah, yang kini ganti berkuasa.

Bush pertama-tama dipilih pada tahun 2000, dan menjadi presiden keempat dalam sejarah AS yang dipilih tanpa memenangkan suara rakyat setelah 1824, 1876, dan 1888. Bush yang menggambarkan dirinya sebagai "presiden perang", terpilih kembali pada 2004 setelah kampanye pemilihan yang sengit dan panas. 

Dalam kampanye ini, keputusan Bush untuk mengadakan perang melawan terorisme dan Perang Irak dijadikan isu sentral. Bush menjadi kandidat pertama yang memperoleh kemenangan mayoritas suara rakyat sejak ayahnya menang 16 tahun sebelumnya. 

Dalam tiga pemilihan umum sebelumnya, penampilan kandidat partai ketiga yang hebat telah menghalangi pemenang suara rakyat, Gore dan Clinton, untuk memperoleh suara mayoritas rakyat.

Tahukah Traveler tentang permulaan hidup George Bush sebelum menjadi Presiden Amerika? 

Aktivitas Bush dalam dunia politik dimulai dari keterlibatannya dalam tim kampanye ayahnya sebagai senator dari Texas. Bush yang lulus dari Universitas Yale dengan gelar Bachelor of Arts dalam bidang sejarah pada tahun 1968 ini memiliki kecakapan tinggi dalam bidang politik dan bisnis. Kemampuannya terlihat sejak tahun tahun 1975 di mana ia memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Sekolah Bisnis Harvard. 

Kemudian ia mengawali karier dalam dunia usaha pada tahun 1979 dengan mendirikan Arbusto Energy, sebuah perusahaan pengeboran minyak dan gas. Arbusto dijualnya pada tahun 1984 kepada Spectrum 7, perusahaan minyak lainnya dan diubah namanya menjadi Bush Exploration Co. Bush sendiri menjadi CEO perusahaan baru tersebut. Kemudian pada tahun 1986, Spectrum 7 melakukan merger dengan Harken Energy, dan Bush menjadi direktur Harken.

Pada April 1989, Bush dan beberapa rekan investor lain membeli 86 persen saham klub bisbol AS, Texas Rangers dengan pinjaman sebesar US$500.000 dari bank. Pinjaman tersebut dibayarnya dengan menjual sahamnya sebesar $848.000 di Harken. Hal ini memicu kerugian yang besar di Harken, dalam peristiwa yang dikenal dengan nama "Skandal Harken."

Sukses di dunia bisnis, dan berasal dari keluarga politikus membuatnya dekat dengan dunia politik. Tak terpungkiri ia pun aktif di partai yang sudah membesarkan nama keluarganya hingga ia sendiri mengikuti jejak ayahnya menjadi pebisnis yang sekaligus politikus. 

Ia pun menjadi orang kedua yang menjadi presiden mengikuti jejak ayahnya George H. W. Bush, seperti Presiden Amerika Serikat yang ke-41, setelah John Adams Presiden kedua dan John Quincy Adams yang keenam, merupakan bapak dan anak. 

Masa jabatannya sebagai presiden didominasi "perang melawan terorisme", yang mencuat setelah terjadinya Peristiwa 9/11 (serangan terhadap WTC). Serangan tersebut dijadikannya alasan untuk memerintahkan invasi terhadap Afganistan pada tahun 2001 untuk membebaskan Afganistan dari rezim Taliban dan Irak pada tahun 2003 untuk menjatuhkan pemerintah Saddam Hussein. Bush menyatakan kemenangan AS dalam invasi Irak pada 1 Mei 2003, namun hingga Agustus 2006 konflik di Irak masih belum berakhir akibat serangan-serangan dari para pemberontak.

Bush tidak hanya satu periode dalam menjabat sebagai Presiden Amerika. Dalam masa jabatan keduanya, banyak pihak yang menentang peristiwa 9/11 dan invasi terhadap Afganistan, namun ia memenangkan Pemilu Presiden Amerika 2004 dengan selisih 3 persen dari saingan utamanya John Kerry. Masa jabatan keduanya masih dipenuhi masalah di Irak, karena korban dari pasukan AS terus berjatuhan, mencapai lebih dari 2.500 orang hingga 3 Agustus 2006.

Peristiwa penting lain pada masa jabatan kedua ini adalah Badai Katrina pada Agustus 2005. Bush dianggap lambat dalam menangani peristiwa ini, yang memakan korban ribuan jiwa. Kejadian ini juga memperlihatkan jurang ekonomi yang jelas antara kaum kulit putih dan kulit hitam di Amerika. 

Dalam acara penandatanganan peraturan bioetik alternatif yang dihadiri 18 keluarga dengan 20-an batita yang lahir dari embrio sumbangan sisa dari prosedur fertilisasi in vitro, untuk pertama kalinya ia menggunakan hak vetonya untuk menghalangi RUU pengembangan riset sel induk embrionik.

Ijinkan Naraya Trip Planner menjadi mitra perjalanan Anda. Persiapan Traveling, mulai dari tiket, penginapan, sampai kuliner akan dipersiapakan oleh tim Naraya Trip Planner. Silahkan hubungi NarayaTour (0857 004 747 43).
Naraya Trip Planner, “Your Best Trip Assistant”

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.