Latest News

Ke Pontianak, Melihat Tugu Khatulistiwa, Merayakan Fenomena Kulminasi Matahari

Tugu Khatulistiwa, Pontianak. doc.Istimewa

ASIA, Pontianak
- Potensi wisata sekaligus ikon kota Pontianak yakni Tugu Khatulistiwa gencar dipromosikan. Kali ini Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata melalui agenda pesona Kulminasi Matahari (matahari tepat di atas kepala) mempromosikan Tugu Khatulistiwa. Acara Kulminasi Matahari akan digelar pada 21-23 Maret 2017.

Tugu Khatulistiwa, Pontianak. doc. Istimewa
Agenda Kulminasi Matahari adalah acara yang digelar untuk menyaksikan fenomena alam yang unik dan satu - satunya yang ada di Indonesia yakni detik - detik tanpa bayang. Pesona kulminasi tersebut digelar di Tugu Khatulistiwa yang merupakan garis yang dilalui garis eqautor. 

Acara yang mengambil tema "Pontianak Kota Khatulistiwa menuju masyarakat kreatif yang berdaya saing" ini akan diramaikan pula dengan sejumlah penampilan dari berbagai komunitas dan pelaku industri kreatif. Acara juga akan dihadiri oleh berbagai pihak yang bergerak dalam enam belas subsektor pelaku ekonomi kreatif. 

Pelaku-pelaku subsektor tersebut akan diberi kesempatan untuk menampilkan produk-produk mereka di stan-stan. Dengan demikian, diharapkan pengunjung dapat lebih dekat dan lebih mudah untuk mengenal produk-produk terkait. 

Acara Kulminasi Matahari ini pun diharapkan bisa menjadi tititk awal kebangkitan ekonomi kreatif di kota yang memiliki "city branding" Pontinak Kota Khatulistiwa.

Dinformasikan bahwa selama kegiatan berlangsung, bagi masyarakat yang akan menuju lokasi kegiatan sudah tersedia kapal pesiar dari Taman Alun Kapuas sehingga masyarakat tidak perlu jauh- jauh berkeliling. 

Pemerintah kota Pontianak sengaja menyediakan fasilitas tersebut agar para Traveler atau wisatawan yang ingin mengikuti Kulminasi Matahari bisa menjangkau lokasi dengan lebih mudah. 

Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa merupakan sebuah monumen yang berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Berjarak kurang lebih 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Tugu Khatulistiw menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Di dalam gedung Tugu Khatulistiwa terdapat catatan yang menyebutkan bahwa berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart pada tahun 1928 telah datang di Pontianak dalam sebuah ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda. Ekspedisi tersebut dilakukan guna menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran, dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. 

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Gambar-gambar Tugu Khatulistiwa sebelum dibangun kembali dapat dilihat pada bagian dalam.

Disebutkan pula bahwa bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metode terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out titik nol garis khatulistiwa dikoreksi

Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, pada 2017 akan terjadi antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. 

No comments:

Post a Comment

Berbagi cerita berbagi petualangan berbagi rasa gembira berbagi ilmu pengetahuan, silahkan poskan komentar.

Naraya Trip Planner Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.